BAHASA INDONESIA
PKN
|
21
|
Merumuskan proses belajar PKn
tentang konsep kejujuran
|
||||
|
1.
Pendahuluan :
pretes
apersepsi
menjelaskan tujuan pembelajaran
2.
Inti : Tanya jawab pengertian kejujuran
Diskusi tentang akibat bila tidak jujur
Tanya jawab pentingnya kejujuran
3.
Penutup : membuat kesimpulan, postes
|
|||||
|
22
|
Membuat tes proses pembelajaran tentang sikap nasionalisme
|
||||
|
1.
Mengamati sikap siswa dalam menggunakan produk dalam negeri
2.
Mengamati sikap mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan
pribadi
|
|||||
|
23,24
|
Membuat contoh sangsi pelanggaran norma yang berlaku di sekolah. norma yang berlaku di sekolah
|
||||
|
1.
Teguran
2.
Tidak boleh mengikuti pelajaran
3.
Di skores
4.
Dikeluarkan
|
|||||
|
25, 26
|
Menelaah
prinsip-prinsip demokrasi.
|
||||
|
Prinsip-Prinsip Demokrasi yang
Berlaku Universal
Inu Kencana Syafiie merinci prinsip-prinsip demokrasi
sebagai berikut, yaitu ; adanya pembagian kekuasaan, pemilihan umum yang
bebas, manajemen yang terbuka, kebebasan individu, peradilan yang bebas,
pengakuan hak minoritas, pemerintahan yang berdasarkan hukum, pers yang
bebas, beberapa partai politik, konsensus, persetujuan, pemerintahan yang
konstitusional, ketentuan tentang pendemokrasian, pengawasan terhadap
administrasi negara, perlindungan hak asasi, pemerintah yang mayoritas,
persaingan keahlian, adanya mekanisme politik, kebebasan kebijaksanaan
negara, dan adanya pemerintah yang mengutamakan musyawarah.
Prinsip-prinsip negara demokrasi yang telah disebutkan di atas kemudian dituangkan ke dalam konsep yang lebih praktis sehingga dapat diukur dan dicirikan. Ciri-ciri ini yang kemudian dijadikan parameter untuk mengukur tingkat pelaksanaan demokrasi yang berjalan di suatu negara. Parameter tersebut meliputi empat aspek.Pertama, masalah pembentukan negara. Proses pembentukan kekuasaan akan sangat menentukan bagaimana kualitas, watak, dan pola hubungan yang akan terbangun. Pemilihan umum dipercaya sebagai salah satu instrumen penting yang dapat mendukung proses pembentukan pemerintahan yang baik. Kedua, dasar kekuasaan negara. Masalah ini menyangkut konsep legitimasi kekuasaan serta pertanggungjawabannya langsung kepada rakyat. Ketiga, susunan kekuasaan negara. Kekuasaan negara hendaknya dijalankan secara distributif. Hal ini dilakukan untuk menghindari pemusatan kekuasaan dalam satu tangan..Keempat, masalah kontrol rakyat. Kontrol masyarakat dilakukan agar kebijakan yang diambil oleh pemerintah atau negara sesuai dengan keinginan rakyat. |
|||||
|
27,28,
29
|
Mengkategorikan Peraturan perundang-
undangan di tingkat pusat dan daerah.
|
||||
|
Peraturan Perundang-Undangan
Pasal 1
butir 2 UU Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan
Perundang-Undangan menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Peraturan
Perundang-undangan adalah peraturan tertulis yang dibentuk oleh lembaga
negara atau pejabat yang berwenang dan mengikat secara umum. Dilihat dari
sisi materi muatannya, peraturan perundang-undangan bersifat mengatur
(regelling) secara umum dan abstrak, tidak konkrit dan individual seperti
keputusan penetapan.
Jenis dan hierarki Peraturan Perundang-Undangan menurut Pasal 7 ayat 1 UU Nomor 10 Tahun 2004 adalah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu), Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, dan Peraturan Daerah. Peraturan Daerah terdiri atas Peraturan Daerah Provinsi, Peraturan Daerah Kabupaten/Kota, dan Peraturan Desa. Selain jenis Peraturan Perundang-Undangan di atas, Pasal 7 ayat (4) UU Nomor 10 Tahun 2004 juga menyatakan bahwa Jenis Peraturan Perundang-Undangan lain diakui keberadaannya dan mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang diperintahkan oleh Peraturan perundang-Undangan yang lebih tinggi. Dalam praktik selain jenis sebagaimana dimaksud tersebut juga terdapat Peraturan Menteri sebagai produk hukum yang bersifat mengatur. Oleh karena itu, dalam laman ini juga dimuat Peraturan Menteri. Untuk nama produk hukum, terutama jenis Peraturan Presiden dan Peraturan Menteri, masih terdapat ketidakseragaman, beberapa produk hukum yang dikeluarkan oleh Presiden dan Menteri masih dinamakan Keputusan (Keputusan Presiden dan Keputusan Menteri). Kedua produk hukum tersebut, sepanjang materi muatannya mengatur, dimasukkan dalam kategori Peraturan Presiden atau Peraturan Menteri. Selain itu, juga masih ditampilkan produk hukum Ketetapan MPR. Walaupun saat ini sudah tidak dikenal lagi, namun berdasakan Ketetapan MPR Nomor I/MPR/2003, terdapat 2 Ketetapan yaitu; Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/I966 tentang Pembubaran Partai Kornunis Indonesia, Pernyataan Sebagai Organisasi Terlarang di Seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia bagi Partai Komunis Indonesia dan Larangan Setiap Kegiatan untuk Menyebarkan atau Mengembangkan Faharn atau Ajaran Komunis/Marxisme�Leninisme dan Ketetapan MPR Nomor XVI/MPR/1998 tentang Politik Ekonomi dalam Rangka Demokrasi Ekonomi. Di samping itu, juga terdapat 11 Ketetapan sebagaimana disebut dalam Pasal 4 yang masih berlaku sampai terbentuknya undang-undang yang mengaturnya. |
|||||
|
30, 31
|
Mengemukakan sejarah terbentuknya Pancasila sebagai pandangan hidup dan Pancasila sebagai dasar negara.
|
||||
|
Panitia Sembilan berhasil merumuskan dasar negara
Indonesia
merdeka yang disebut Piagam Jakarta atau Jakarta
Charter.
_ Sidang
kedua BPUPKI berlangsung pada tanggal 10–16
Juli 1945.
_ Dasar
negara Indonesia disahkan penggunaannya oleh
PPKI pada tanggal 18 Agustus
1945.
|
|||||
|
32, 33
|
Menyimpulkan nilai-nilai Pancasila,sebagai idiologi negara.
|
||||
|
Pancasila Sebagai Ideologi
Negara I.
Pengertian dan Fungsi
Ideologi Nama ideologi berasal dari kata ideas dan logos.
Idea berarti gagasan,konsep,
sedangkan logos berarti ilmu.
Pengertian ideologi secara
umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh
dan sistematis dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan keagamaan.
Ciri-ciri ideologi adalah sebagai berikut :
Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan
kenegaraan. Oleh karena itu, mewujudkan suatu asas kerohanian, pandanagn
dunia, pandangan hidup, pedoman hidup, pegangan hidup yang dipelihara
diamalkan dilestarikan kepada generasi berikutnya, diperjuangkan dan
dipertahankan dengan kesediaan berkorban.
Fungsi ideologi menurut
beberapa pakar di bidangnya :
1.Sebagai sarana untuk memformulasikan
dan mengisi kehidupan manusia secara individual. (Cahyono, 1986)
2. Sebagai jembatan
pergeseran kendali kekuasaan dari generasi tua (founding fathers) dengan
generasi muda. (Setiardja, 2001)
3. Sebagai kekuatan yang
mampu member semangat dan motivasi individu, masyarakat, dan bangsa untuk
menjalani kehidupan dalam mencapai tujuan. (Hidayat, 2001) II.
Pancasila sebagai Ideologi
Bangsa Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah Pancasila sebagai cita-cita
negara atau cita-cita yang menjadi basis bagi suatu teori atau sistem
kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia, serta menjadi tujuan
hidup berbangsa dan bernegara Indonesia. Berdasarkan Tap. MPR No.
XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR tentang P4, ditegaskan bahwa
Pancasila adalah dasar NKRI yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. III.
Pancasila sebagai Ideologi
Terbuka Makna dari ideologi terbuka adalah sebagai suatu sistem pemikiran
terbuka.
Ciri-ciri ideologi terbuka
dan ideologi tertutup adalah : Ideologi Terbuk merupakan cita-cita yang sudah
hidup dalam masyarakat. Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari
dalam masyarakat sendiri. Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat. Bersifat
dinamis dan reformis. Ideologi Tetutup Bukan merupakan cita-cita yang sudah
hidup dalam masyarakat. Bukan berupa nilai dan cita-cita. Kepercayaan dan
kesetiaan ideologis yang kaku. Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional
yang diajukan secara mutlak. Menurut Kaelan, nilai-nilai yang terkandung
dalam ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai berikut
Nilai dasar, yaitu hakekat kelima sila Pancasila. Nilai instrumental, yang
merupakan arahan, kebijakan strategi, sasaran serta lembaga pelaksanaanya.
Nilai praktis, yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu
realisasi pengamalan yang bersifat nyata, dalam kehidupan sehari-hari dalam
masyarakat, berbangsa dan bernegara.
|
|||||
|
34
|
Menganalisis
pentingnya keutuhan Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI).
|
||||
|
Indonesia terdiri
dari bermacam suku, adat, agama , ras, budaya, sehingga rawan terjadi
perpecahan maka keutuhan NKRI harus dijaga agar tetap bersatu
|
|||||
|
35, 36
|
Menelaah bentuk-bentuk manifestasi nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.
|
||||
|
1.
Bekerja bakti di lingkungan
2.
Ikut siskamling
3.
Mengikuti upacara hari besar nasional
|
|||||
|
37
|
Menelaah setiap lembaga-lembaga pemerintahan di tingkat desa, kabupaten/kota, provinsi, dan pusat.
|
||||
|
Lembaga2 pemerintahan desa: BPD, LKMD,
PKK, KARANG TARUNA
Pemerintah pusat adalah presiden,
wakil presiden, dan kementerian
negara. Sedangkan pemerintah daerah
adalah gubernur, bupati atau
walikota,
dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara daerah.
|
|||||
|
38,39
|
Menelaah sistem pemilu dan pilkada yang ada di Indonesia.
|
||||
|
Pemilu adalah wujud
kekuasaan rakyat yang nyata yang memberikan
kesempatan kepada rakyat
untuk memilih wakil-wakil rakyat di pusat dan
di daerah serta memilih
presiden dan wakil presiden. Pemilu dilaksanakan
5 tahun sekali oleh KPU dan
diawasi oleh panitia pengawas pemilu (panwaslu).
2. Pilkada adalah pemilihan
kepala daerah dan wakil kepala daerah secara langsung oleh rakyat yang
dilakukan di daerah provinsi dan kabupaten/ kota yang diatur dalam
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
Pemilihan umum merupakan
sarana untuk mewujudkan kedaulatan rakyat
dalam pemerintahan Negara
Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, sebagaimana
diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Pemilihan umum dilaksanakan
berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
1. Langsung berarti setiap
pemilih memberikan suaranya langsung tanpa perantara.
2. Umum berarti semua warga
negara yang memenuhi syarat berhak ikut
emilihan itu.
3. Bebas berarti tidak ada paksaan
dari pihak mana pun dalam menggunakan haknya.
4. Rahasia berarti setiap
pemilih tidak akan diketahui tentang siapa yang dipilihnya.
5. Jujur berarti semua pihak
yang terlibat dalam proses pemilu itu harus bertindak jujur sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.
6. Adil berarti semua pihak
yang terlibat dalam proses pemilu akan mendapat
perilaku
yang sama dan terbebas dari tindakan curang pihak mana pun.
Pemilihan Umum
Bagi negara-negara yang menyebut dirinya sebagai negara demokrasi, pemilihan umum (general election) merupakan ciri penting yang harus dilaksanakan secaraberkala sesuai dengan peraturan yang ada.
Pemilu diselenggarakan untuk
memilih presiden dan wakilnya, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi dan kabupaten/kota. Pemilu perlu diselenggarakan secara berkala dikarenakan beberapa hal sebagai berikut.
Asas Pemilu yang berlaku di
Indonesia meliputi:
Adapun tujuan dari
penyelenggaraan pemilihan umum ada empat, yaitu sebagai
berikut.
Pelaksanaan Pemilu di
Indonesia dilaksanakan setiap lima tahun sekali yang meliputi proses pendaftaran peserta Pemilu, penetapan, pemungutan suara sampai penetapan hasil Pemilu. Lembaga penyelenggara pemilu adalah Komisi
Pemilihan Umum (KPU). Demikian pula di lembaga eksekutif, rakyat sendirilah yang harus memilih presiden, gubernur, bupati dan walikota untuk memimpin jalannya pemerintahan, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun tingkat kabupaten atau kota. Sistem Pemilu yang diterapkan
di Indonesia adalah sebagai berikut.
a. Sistem Mekanis dan Organis
Sistem pemilihan mekanis mencerminkan pandangan yang bersifat mekanis yang
melihat rakyat sebagai massa individu yang sama. Sementara
itu, dalam sistem pemilihan yang bersifat organis, menempatkan rakyat sebagai sejumlah individu yang hidup
bersama dalam berbagai macam persekutuan hidup
berdasarkan rumah tangga, keluarga, fungsi tertentu
(ekonomi, industri), lapisanl apisan sosial (buruh, tani,
cendekiawan), dan lembaga lembaga sosial (universitas). Menurut sistem mekanis, lembaga perwakilan rakyat merupakan lembaga perwakilan kepentingan umum rakyatseluruhnya.
Adapun menurut sistem organis, lembaga perwakilan rakyat mencerminkan perwakilan dari berbagai kepentingan khusus persekutuan-persekutuan hidup masing-masing.
b. Sistem Distrik dan Proporsional
Sistem Distrik dan proporsional biasa dilaksanakan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut.
1) Sistem Perwakilan Distrik/Mayoritas
Wilayah negara dibagi dalam distrik atau daerah daerah pemilihan yang jumlahnya sama dengan jumlahanggota lembaga perwakilan rakyat yang diperlukan untuk dipilih. Misalnya, jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat ditentukan 500 orang maka wilayah negara dibagi menjadi 500 distrik atau daerah pemilihan. 2) Sistem Perwakilan Berimbang/Proporsional Persentase kursi di lembaga perwakilan rakyat dibagikan kepada setiap partai politik, sesuai denganpersentase jumlah suara yang diperoleh setiap partai politik. Umpamanya, jumlah pemilih yang sah pada suatu Pemilihan Umum mencapai 1.000.000 orang. Jumlah kursi di lembaga perwakilan rakyat 100 kursi, berarti untuk satu orang wakil rakyat dibutuhkan suara 10.000 suara. 2. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sebagai arena pembelajaran demokrasi, Pilkada langsung diharapkan akan membawa banyak manfaat bagi perkembangan demokrasi, tatanan pemerintahan daerah, dan kinerja lembaga-lembaga politik yang ada di daerah. Ada tiga tujuan mendasar mengapa pilkada diselenggara kan secara langsung. Tujuan tersebut, yaitu sebagai berikut.
Dalam Undang-Undang No. 32
Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, diatur mengenai persyaratan calon dan tahapan Pilkada. Adapun tahapan
Pilkada di antaranya meliputi: pendataan peserta
pemilih, penetapan bakal calon, proses pemilihan
hingga penetapan hasil Pilkada
Semua tahapan tersebut
sepenuhnya menjadi tanggung jawab Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) sebagai pelaksana Pemilihan Kepala
Daerah (Pilkada) di setiap daerah yang ada di Indonesia. Adapun persyaratan calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala
Daerah yang sesuai dengan Pasal 58 UU No. 32 Tahun 2004, di antaranya sebagai berikut.
Beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum pilkada
yaitu sebagai berikut.
Di tingkat provinsi, Pilkada
dilaksanakan untuk memilih gubernur dan wakil gubernur dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat di provinsi setempat. Adapun di tingkat kota dan kabupaten, Pilkada dilaksanakan untuk memilih walikota dan bupati beserta wakilnya dalam satu paket pasangan. Mereka memiliki tugas dan kewenangan dalam memimpin penyelenggaraan daerah berdasarkankebijakan yang
ditetapkan bersama dengan DPRD
|
|||||
|
40
|
Menelaah prinsip politik luar negeri dan dalam negeri ASEAN.
|
||||
|
Prinsip PLN dan DN non blok dan bebas aktif
Politik luar negeri adalah wawasan internasional. Oleh karena itu, politik luar negeri cenderung bersifattetap,
politik luar negeri juga dapat diartikan sebagai pola perilaku, dan kebijakan suatu negara berhubungan dengan negara lain ataupun dunia internasional. Politik luar negeri
adalah strategi dan taktik yang digunakan oleh suatu negara dalam berhubungan
dengannegaralain.
Bangsa Indonesia dalam membina hubungan dengan negara lain menerapkan
prinsip-prinsip politik luarnegeri yang bebas aktif. Politik luar negeri
diabdikan bagi kepentingan nasional terutama untuk
kepentingan pembangunan di segala bidang serta ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan
keadilan sosial.
Bebas dan aktif dalam politik luar negeri dapat diartikan bebas dalam memilih apapun berarti tidak terikat oleh suatu ideologi
atau oleh suatu politik negara asing atau oleh blok negara-negara
tertentudanaktif dalam berpartisipasi dalam
perdamaian dunia.
1.DasarPertimbangan
Pada tahun-tahun pertama berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, pemerintahan Indonesiadihadapkan pada kenyataan sejarah, yaitu munculnya dua kekuatan besar di dunia. Satu pihak Blok Barat (Amerika Serikat) dan di pihak lain Blok Timur (Uni Soviet). Kenyataan demikian sangat berpengaruh terhadap usaha-usaha bangsa Indonesia untuk menjalin hubungan atau kerja sama demi kelangsungan hidup negara.
Pengaruh lain adalah adanya ancaman dari Belanda yang ingin kembali menjajah bangsa
Indonesia. Kondisi itulah yang kemudian menguatkan
tekad bangsa Indonesia untuk merumuskan politik luar
negerinya. Pemerintah berpendapat bahwa pendirian yang
harus diambil adalah pendirian untuk tidak menjadi
objek dalam pertarungan politik internasional. Indonesia
harus tetap menjadi subjek yang berhak menentukan nasib
sendiri dan memperjuangkan tujuan sendiri, yaitu
Indonesia merdekaseluruhnya.
Perjuangan harus dilakukan atas dasar kepercayaan terhadap diri sendiri dan
kemauan untuk berjuang dengan kemampuan sendiri melalui
usaha menjalin hubungan baik dengan negara-negara lain di
dunia. Keterangan inilah yang kemudian menjadi dasar
pertimbangan pelaksanaan politik luar negeri Indonesia
yang bebas dan aktif. Sudah seharusnya semua warga tetap
mempertahankan politik luar negeri bebas aktif agar
tidak hanyut dalam arus pertentangan bebas.
2. Dasar-Dasar Politik Luar Negeri Indonesia
Pada dasarnya politik luar negeri Republik Indonesia tidak mengalami perubahan. Politik luar negeri bebas aktif tetap berdasarkan pada Pembukaan UUD 1945 dan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RJPM) 2004–2009. RPJM di antaranya sebagai berikut.
Di samping itu, dengan telah disahkannya Undang- Undang No. 37 Tahun 1999
tentang Hubungan Luar Negeri tanggal 14 September 1999
maka pemerintah Indonesia dalam pelaksanaan politik
luar negeri RI selalu merujuk pada ketentuan-ketentuan termaksud
dalam UU tersebut.
Hal yang menjadi landasan bagi pelaksanaan politik luar negeri Indonesia adalah
sebagai berikut.
|
|||||
MATEMATIKA
|
41
|
Merancang aktifitas pembelajaran berdasarkan prinsip dan teori
pembelajaran matematika
|
|
1. Prinsip
: dasar pengembangan pendidikan
yang bermutu tinggi adalah prinsip balajar sepanjang hayat(puskur, 2002:2)
dan 4 pilar belajar yang dikemukakan UNESCO (Yabe, T, 2001:1) 1. Learning to
know. 2. Learning to do. 3. Learning to be.4. learning to live together.
Prinsip2 tersebut mendasari pengembangan pendidikan untuk menghasilkan
kompetensi peserta didik sesuai tingkatan belajar di sekolah. Peserta didik
yang kompeten artinya peserta didik yang cerdas, cakap, mampu memahami dengan
baik bahan yang diajarkan, mampu bersikap, bernalar, dan bertindak sesuai
prosedur yang benar, dan mengembangkan integritas kebersamaan dalam
perbedaan.
2. Teori
: A. Torndike yang bersifat behavioristik(mekanik) latihan dan mengerjakan soal
B. holistik / teori kognitif
dikembangkan berdasar teori pembelajaran bermakna dari ausubel.
C. teori Jean Piaget: Teori perkembangan
intelektual. Menyatakan bahwa kemampuan intelektual anak berkembang secara
bertingkat atau bertahap, yaitu a) sensori motor (0-2 tahun), b) pra
operasional (2-7 tahun) . c) operasional kongkret (7-11 tahun). D)
operasional lebih dari 11 tahun.
D. teori Vigotsky, berusaha mengembangkan
model konstruktivistik belajar mandiri dari piaget menjadi belajar kelompok.
E. teori Jerome Bruner : berkaitan dengan
perkembangan mental yaitu kemampuan mental anak berkembang secara bertahap
mulai dari sederhana ke yang rumit, mudah ke sulit, kongkret ke abstrak.
F. teori Pemecahan masalah ( George Polya)
menyebutkan teori heuristic (bantuan untuk menemukan)
G. teori Van Hiele ( hierarkis Belajar
Geometri) menyatakan bahwa eksistensi
dari 5 tingkatan yang berbeda tentang geometric yaitu level 0(visualisasi),
level 1 / analisis, level 2/ deduksi informal. Level 3/ deduksi. Level 4. /
rigor.
H. RME (realistic Mathematics Education) dari
Freudenthal dan Treffers adalah permatikaan horizontal dan Vertikal di Negara
Belanda.
I. Peta Konsep / implikasi pembelajaran
bermakna dari Ausubel. Yaitu kebermaknaan yang di tunjukkan dengan bagan atau
peta, sehingga hubungan antar konsep menjadi jelas dan keseluruhan konsep
teridentifikasi.
|
|
|
42
|
Merancang pembelajaran matematika yang
menggunakan gradasi mulai representasi
kongkrit, simbolik, dan abstrak agar siswa
dapat mengkonstruksi pengetahuan
|
|
|
|
|
43
|
Memilih media pembelajaran yang tepat untuk
pembelajaran operasi bilangan bulat
|
|
Media kongkret :
Media himpunan
benda, lidi, manic-manik positif dan negatif
Media garis bilangan
|
|
|
44
|
Memilih media
pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran operasi bilangan pecahan
|
|
Media garis bilangan
Media himpunan
|
|
|
45
|
Mengombinasikan beragam strategi
pembelajaran matematika untuk mencapai
|
|
Strategi
Pembelajaran Matematika :
Pemecahan Masalah /
Problem Solving, Penyelidikan Matematis/ Mathematical Investigation,Penemuan
terbimbing, Contextual Learning,
|
|
|
46
|
Memilih media
pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran geometri dan
Pengukuran
|
|
Pepan paku, papan
berpetak,Papan Tempel, kalkulator, computer, media tayangan,Model
bangun ,Pengggaris/ meteran, timbangan,
|
|
|
47
|
Menganalisis dan menerapkan urutan operasi
pada bilangan bulat
|
|
1. Kurung
2. Pangkat
3. Kali
atau bagi, mana yang di depan dikerjakan dulu
4. Tambah
atau kurang, mana yang di depan dikerjakan dulu
|
|
|
48
|
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
sifat distribusi bilangan bulat
|
|
1. Distribusi
perkalian terhadap penjumlahan ax(b+c)=(axb)+(axc)
2. Distribusi
perkalian terhadap pengurangan ax(b-c)=(axb)-(axc)
|
|
|
49
|
Menganalisis dan menerapkan sifat-sifat urutan
bilangan pecahan
|
|
Pecahan yang diurutkan harus dibuat menjadi pecahan yang sejenis
dulu. Untuk pecahan biasa di samakan penyebutnya. Unuk pecahan desimal
bandingkan dari paling depan
|
|
|
50
|
Menyelesaikan masalah yang berkaitan
dengan bilangan pecahan
|
|
Menyamakan penyebut menggunakan KPK
Menyederhanakan pecahan menggunakan FPB
|
|
|
51
|
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
perbandingan/rasio
|
|
Yang di cari = perbandingan yang di cari / perbandingan yang di
ketahui x yang diketahui sesungguhnya.
Celcius:reamur:fahrenheit= 5:4:9, jika dari fahrenheit maka suhu awal
harus dikurangi 32 dulu, jika ke fahrenheit hasilnya +32
Skala= jarak jarak pada peta : jarak sebenarnya
|
|
|
52
|
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan
pola bilangan
|
|
1. Penjumlahan
bilangan asli berurutan mulai dari 1, rumusnya 1+suku terakhir dibagi 2 kali
suku terakhir contoh :1+2+3+4= (1+4):2 x 4 = 10.
2. Penjumlahan
bilangan asli berurutan mulai dari 2. Rumusnya ( (1+ suku terakhir ) : 2
xsuku terakhir) -1. Contoh 2+3+4 = ((1+4):2 x4)-1 = 9
3. Penjumlahan
bilangan asli berurutan mulai dari 3. Rumusnya ((1+ suku terakhir):2 x suku
terkhir)-3. Cntoh 3+4+5+6 = ((1+6):2 x 6)-3 = 18
4. Penjumlahan
bilangan ganjil berurutan mulai dari 1. Rumusnya ((1+suku terakhir) :2) 2 contoh 1+3+5+7= ((1+7):2)2 =16
5. Penjumlahan
bilangan genap berurutan mulai dari 2. Rumusnya (2+suku terakhir):2 x
setengah x suku terakhir. Contoh 2+4+6+8 = (2+8):2X ½ x8 = 20
|
|
|
53
|
Menyelesaikan masalah dengan menggunakan
persamaan yang memuat variabel
|
|
Persamaan linier : y= ax+b, di
mana pangkat dari kedua variabel x dan y adalah 1
Ax+by=c, x dan y
|
|
|
54
|
Menganalisis dan menerapkan sifat-sifat
segiempat
|
|
1.
Persegi
a.
Sifat-sifat
2.
Persegi Panjang
a. Sifat-sifat persegipanjang:
3.
JajarGenjang
a. Sifat-sifat
4.
Belah Ketupat
a. Sifat-sifat
5.
Layang-Layang
a. Sifat-sifat
6.Trapesium
a. Sifat-sifat
|
|
|
55
|
Menganalisis dan menerapkan sifat-sifat
kesejajaran garis-garis
|
|
Garis sejajar memiliki sifat tidak dapat berpotongan, garis-garis tersebut saling berhadapan
|
|
|
56
|
Menyelesaikan masalah yang berkaitan
dengan waktu, jarak, dan kecepatan
|
|
Kecepatan = jarak dibagi waktu
Jarak = waktu x kecepatan
Waktu = jarak dibagi kecepatan
|
|
|
57
|
|
|
|
|
|
58
|
|
|
|
|
|
59
|
Menyajikan data dalam bentuk diagram
|
|
Jenis-jenis diagram:
1. Diagram
garis
2. Diagram
batang
3. Diagram
lingkaran
4. Diagram
gambar
|
|
|
60
|
Memecahkan masalah berkaiatan dengan
rara-rata
|
|
1. Rata-rata
data tunggal = jumlah seluruh data di bagi banyak data
2. Rata-rata
data terkelompok= jumlah seluruh data atau jumlah data kali frekwensi dibagi banyak data.
|
|
IPA
|
61
|
Merumuskan tujuan pembelajaran
(proses, produk, dan sikap) sifat benda padat, cair dan gas sesuai dengan karakteristik peserta didik dan materi ajar
|
||||||||||||||||||||
|
Tujuan pembelajaran IPA di SD menurut Kurikulum KTSP (Depdiknas,
2006) secara terperinci adalah: (1) memperoleh keyakinan terhadap kebesaran
Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam
ciptaann-Nya, (2) mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA
yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, (3)
mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya
hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan
masyarakat, (4) mengembangkan ketrampilan proses untuk menyelidiki alam
sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan, (5) meningkatkan kesadaran
untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan
alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan, dan (7)
memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan ketrampilan IPA sebagai dasar untuk
melanjutkan pendidikan ke SMP atau MTs.
Tujuan pembelajaran
1.
Proses: melalui kerja kelompok siswa dapat menggolongkan berat benda
padat
2.
Produk: melalui demonstrasi pembuatan alat yang memanfaatkan sifat zat
cair siswa dapat membuat alat yang memanfaatkan sifat zat cair.
3.
Sikap ; melalui diskusi sifat zat gas siswa dapat menunjukkan cara
mengantisipasi pecahnya ban sepeda karena terkena panas.
Karakteristik
peserta didik
1.
Siswa mulai berpikir kritis
2.
Siswa senang melakukan kegiatan fisik
3.
Siswa meimiliki rasa ingin tahu yang besar
|
|||||||||||||||||||||
|
62
|
Merancang kegiatan pembelajaran IPA melalui penyelidikan ilmiah agar siswa
dapat mengkonstruksi pengetahuan IPA
|
||||||||||||||||||||
|
Penyelidikan ilmiah
menyiapkan lembar kerja penyelidikan ilmiah, mempersiapkan alat dan
tempat menyelidiki pertumbuhan pada biji kecamah. Merencanakan kelompok
kerja. Merencanakan bentuk laporan hasil penyelidikan. Membuat kesimpilan
penyelidikan
|
|||||||||||||||||||||
|
63
|
Mengkombinasikan beragam
pendekatan/strategi/ metode/ teknik pembelajaran IPA untuk
mencapai tujuan pembelajaran (produk, proses, dan sikap ilmiah
|
||||||||||||||||||||
|
1.
Pendekatan pembelajaran IPA: Sains Teknologi dan Masyarakat (STM),
Science Enviroment Technology Society (SETS), STS
2.
Strategi pembelajaran IPA
3.
Metode pembelajaran IPA : eksperimen, demontrasi, pengamatan
|
|||||||||||||||||||||
|
64
|
Menggabungkan beragam asessmen dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran IPA (produk, proses, dan sikap ilmiah)
|
||||||||||||||||||||
|
1. Asessmen Produk : Tahapan
Penilaian Produk
Penilaian persiapan, produksi, dan hasil
•
Tahap persiapan, menilai
keterampilan merencanakan merancang, menggali, atau mengembangkan ide. Tahap produksi,
menilai kemampuan memilih dan menggunakan bahan, alat, dan teknik kerja Tahap hasil, menilai
kemampuan menghasilkan produk yang memenuhi kriteria (fungsi dan estetika)
dan menilai kemampuan siswa untuk mengevaluasi hasil kerja
2. Asessmen Proses : Penilaian
kinerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa
dalam melakukan sesuatu.
1.
Asessmen sikap ilmiah: Metode untuk mengukur ranah afektif ada
dua macam, yaitu metode observasi dan metode laporan diri
(Andersen,1980).
2.
Penggunaan
metode observasi berdasarkan pada asumsi bahwa karateristik afektif dapat
dilihat dari perilaku atau perbuatan yang ditampilkan dan/atau reaksi
psikologi.
3.
Metode
laporan diri berasumsi bahwa yang mengetahui keadaan afektif seseorang adalah
dirinya sendiri. Namun hal ini menuntut kejujuran dalam mengungkap
karakteristik afektif diri sendiri.
|
|||||||||||||||||||||
|
65
|
Menganalisis proses-proses fotosintesis pada tumbuhan
|
||||||||||||||||||||
|
Fotosintesis pada tumbuhan
Tumbuhan
bersifat autotrof.[13] Autotrof artinya dapat
mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik.[13] Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai
makanannya. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis.
Berikut ini adalah persamaan reaksi fotosintesis yang menghasilkan glukosa: 6H2O + 6CO2
+ cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2
Glukosa
dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan
dapat pula digunakan sebagai bahan bakar.[13] Proses ini berlangsung melalui
respirasi seluler yang terjadi baik pada
hewan maupun tumbuhan.[13] Secara umum reaksi yang
terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas.[13] Pada respirasi, gula (glukosa) dan senyawa
lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida, air,
dan energi kimia.[13]
Tumbuhan
menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil.[13] Pigmen inilah yang memberi
warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut
kloroplas.[13] klorofil menyerap cahaya yang
akan digunakan dalam fotosintesis.[13] Meskipun seluruh bagian tubuh
tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian besar
energi dihasilkan di daun.[13] Di dalam daun terdapat lapisan
sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap
milimeter perseginya.[13] Cahaya akan melewati lapisan
epidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju mesofil, tempat terjadinya
sebagian besar proses fotosintesis.[13] Permukaan daun biasanya
dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah
terjadinya penyerapan sinar Matahari ataupun penguapan air yang berlebihan.
|
|||||||||||||||||||||
|
66
|
Menyimpulkan macam-macam pengangkutan pada tumbuhan
|
||||||||||||||||||||
|
Macam-macam pengangkutan pada tumbuhan : penganguktan airdan zat hara oleh akar , pembuluh xylem dari akar ke daun, pengankutan hasil
fotosintesis oleh batang, pengangkutan makanan ke seluruh bagian tumbuhan
oleh pembuluh floem
|
|||||||||||||||||||||
|
67
|
Menggambarkan hubungan manusia,lingkungan
dan pemeliharaannya
|
||||||||||||||||||||
|
Hubungan
manusia,lingkungan dan pemeliharaannya
Manusia sebagai salah satu
komponen ekosistem menduduki posisi sebagai konsumen dalam rantai makanan.
Manusia berkewajiban menjaga kelestarian lingkungan
|
|||||||||||||||||||||
|
68
|
Menganalisis gangguan-gangguan pencernaan makanan pada manusia
|
||||||||||||||||||||
|
Gangguan Pada Sistem
Pencernaan Manusia
Contoh
gangguan – gangguan pada sistem pencernaan pada manusia adalah
1.
Gastritis
Artinya
adalah peradangan mukosa lambung. Gangguan ini umum terjadi, terutama pada
orang yang berusia lanjut. Gastritis jarang menyebabkan gejala – gejala yang
serius. Gastritis menimbulkan peradangan yang tidak begitu berbahaya, tetapi
berlangsung lama sehingga menyebabkan rusaknya mukosa lambung. Para peneliti
saat ini yakin hamper tidak ada makanan yang menyebabkan iritasi pada bagian
lambung, kecuali cairan asam lambung yang berlebihan.2. Konstipasi Gangguan ini berarti lambatnya pergerakan feses melalui usus besar dan sering dihubungkan dengan jumlah feses yang kering dank eras pada kolon yang menumpuk karena lamanya waktu penyerapan cairan. Penyebab konstipasi adalah kebiasaan buang air yang tidak teratur dan kurangnya minum air putih juga makan makanan yang berserat. 3. Pankreasitis Merupakan peradangan dan ini dapat terjadi baik dalam bentuk pankreasitis akut (berlangsung cepat dan parah) maupun pankreasitis kronis (berlangsung lama). Penyebab umum dari pankreasitis adalah alkohol dan terhambatnya tonjolan vateri ( akhir saluran pengeluaran pankreas ) oleh batu empedu. 4. Diare Diare terjadi akibat pergerakan yang cepat dari materi tinja sepanjang usus besr. Pada diare, infeksi paling luas terjadi pada usus besar dan pada ileum. Dimanapun infeksi terjadi, mukosa akan teriritasi secara luas sehingga kecepatan sekresinya sangat tinggi. Diare ada yang disebabkan oleh bakteri kolera dan terkadang oleh bakteri lain seperti Bacillus, patogen usus besar. Toksin kolera menstimulus sekresi elektrolit dan cairan yang berlebihan dari ileum dan usus besar. 5. Flatus Masuknya gas – gas dalam saluran pencernaan. Gas – gas tersebut berupa udara yang tertelan, gas yang dihasilkan bakteri atau gas dari difusi darah yang masuk ke saluran pencernaan. Gas nitrogen dan oksigen lebih banyak berada dalam lambung dan dapat dikeluarkan dengan bersendawa, sedngkan gas-gas lain, yaitu CO2, metana dan hydrogen lebih banyak berada dalam usus besar yang dihasilkan oleh bakteri. Gangguan sistem pencernaan ini dapat terjadi karena :
1.
Melakukan diet dengan ekstrim, yaitu dengan mengonsumsi
pil pelarut lemak serta mengurangi porsi dan jadwal makan.
2.
Minuman keras yang dapat memicu pengeluaran getah lambung.
3.
Bulimia, yaitu makan besar – besaran atau sebanyak –
banyaknya tetapi dimuntahkan kembali dengan sengaja menggunakan obat
pencahar.
4.
Memakan makanan kaleng yang dapat terkontaminasi bakteri Clostridium botulium .
|
|||||||||||||||||||||
|
69
|
Menganalisis kelainan dan gangguan pada sistem pernapasan manusia
|
||||||||||||||||||||
|
Kelainan
dan gangguan pada sistem
pernapasan manusia:
Kelainan/Gangguan/Penyakit
Saluran Pernapasan
a.
Penyempitan saluran pernafasan akibat asma atau bronkitis. Bronkis disebabkan
oleh bronkus yang dikelilingi lendir cairan peradangan sedangkan asma adalah
penyempitan saluran pernapasan akibat otot polos pada saluran pernapasan
mengalami kontraksi yang mengganggu jalan napas.
b. Sinusitis, adalah radang pada rongga hidung bagian atas. c. Renitis, adalah gangguan radang pada hidung. d. Pembengkakan kelenjar limfe pada sekitar tekak dan hidung yang mempersempit jalan nafas. Penderita umumnya lebih suka menggunakan mulut untuk bernapas. e. Pleuritis, yaitu merupakan radang pada selaput pembungkus paru-paru atau disebut pleura. f. Bronkitis, adalah radang pada bronkus.
2.
Kelainan/Gangguan/Penyakit Dinding Alveolus
a.
Pneumonia / Pnemonia, adalah suatu infeksi bakteri diplococcus pneumonia yang
menyebabkan peradangan pada dinding alveolus.
b. Tuberkolosis / TBC, merupakan penyakit yang disebabkan oleh baksil yangmengakibatkan bintil-bintil pada dinding alveolus. c. Masuknya air ke alveolus.
3.
Kelainan/Gangguan/Penyakit Sistem Transportasi Udara
a.
Kontaminasi gas CO / karbon monoksida atau CN / sianida.
b. Kadar haemoglobin / hemoglobin yang kurang pada darah sehingga menyebabkan tubuh kekurangan oksigen atau kurang darah alias anemia. |
|||||||||||||||||||||
|
70
|
Mengabstraksi ciri hewan invertebrata
|
||||||||||||||||||||
|
CIRI-CIRI INVERTEBRATA
1. PROTOZOA
(Hewan bersel satu)
Ciri-ciri a. Hidup bebas di air tawar dan air laut, tanah, tempat lembab, atau sebagai parasit pada hewan dan manusia. b. Hidup soliter atau berkoloni. dapat bergerak (motil) dan menempel (Sessil). c. Ada yg autotrof dan heterotrof d. Merupakan bagian atau penyusun plankton diair tawar dan air laut e. Dalam kondisi yg tidak menguntungkan dapat membentuk kista. 2. Porifera (Hewan berpori) Ciri-ciri: a. merupakan metazoa (hewan ber sel banyak) b. habitat diair tawar dan air laut c. bentuk tubuh seperti Vas Bunga d. tubuh simetri radial e. kerangka tubuh berupa duri kecil dari zat kersik atau kapur, disebut spikela. 3. Coelenterata (Hewan Berongga) Ciri-ciri: a. Bentuk tubuh seperti tabung b. simetri radial c. ditengah tubuh terdapat rongga besar (Rongga Gastro Vaskuler) untuk mencerna makanan. d. habitat di air tawar dan air laut e. ada yg bentuk polip dan Medusa. 4. Platyhelmintes (Cacing pipih) Ciri-ciri: a. tubuh pipih, bilateral simetris b. tubuh terdiri dari 3 lapisan lembaga (Ektoderm, Mesoderm, dan Endoderm) c. alat pencernaan belum sempurna, ada mulut tapi tidak ada anus. d. tidak memiliki rongga tubuh e. tidak memiliki rangka tubuh f. tidak memiliki alat peredaran darah, alat pernafasang. g. alat pengeluaran yaitu sel api (flame cell) h. saraf tangga tali i. bersifat hermafrodit. |
|||||||||||||||||||||
|
71
|
Memilih alat ukur sesuai dengan
besaran yang
diukur
|
||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||
|
72
|
Mengkategorikan penyebab perubahan sifat benda.
|
||||||||||||||||||||
|
1.
Pemanasan
2.
Pembusukan
3.
Pendinginan
4.
Pelapukan
|
|||||||||||||||||||||
|
73
|
Menganalisis sifat-sifat cahaya
|
||||||||||||||||||||
|
Cahaya merupakan sejenis energi berbentuk gelombangelekromagnetik yang bisa
dilihat denganmatadan
gelombang ini tentunyamembawa energi. Jadi sebenarnya cahaya itu sendiri merupakan
salah satubentuk
energi. Energi ini bergerak bersama gelombang itu sendiri. Adapunsifat-sifat cahaya adalah
sebagai berikut:1.Dapat
terlihat oleh mata2.Memiliki arah rambat yang
tegak lurus dengan arah getar (trasversal)3.Merambat
menurut garis lurus4.Memiliki energi5.Dipacarkan
dalam bentuk radiasi6.Dapat mengalami pemantulan,
pembiasan, interferensi, difraksi(lenturan) dan polarisai (terserap sebagian
arah getanya).1.Pemantulana.Pengertian
pemantulanPemantulan atau pencerminan
(refleksi)
merupakan prosesmemantulnya
atau terpancarnya kembali cahaya dari suatupermukaan
benda yang terkena cahaya. Artinya jika suatu bendaterkena cahaya, maka cahaya
yang mengenai benda tadi dipantulkankembali oleh benda tadi dan hanya
sebagian kecil yang diserap ataudibiaskan.
Benda yang dapat memantulkan cahaya dengan baikadalah benda yang
memiliki permukaan yang rata dan mengkilapmisalnya cermin.
1.
Merambat lurus,
2.
dapat di pantulkan,
3.
dapat menembus benda bening,
4.
dapat di biaskan
5.
dapat diuraikan
|
|||||||||||||||||||||
|
74
|
Menyelidiki konsep kelistrikan dan kemagnetan
|
||||||||||||||||||||
|
Listrik : memiliki 2
kutub : positif dan negative, dapat merambat melalui benda konduktor
Kemagnetan: memiliki
2 kutub yaitu utara dan selatan, kutub senama tolak menolak, kutub tak senama
tarik- menarik, memiliki medan magnet, dapat menarik benda dari logam
|
|||||||||||||||||||||
|
75
|
Menganalisis jenis-jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari
|
||||||||||||||||||||
|
1.
Gaya otot: menyapu, menullis dll
2.
Gaya pegas: per, ketapel, panah
3.
Gaya gesek: rem kendaraan
4.
Gaya gravitasi: kelapa jatuh dari pohonya
5.
Gaya magnet : pada dynamo sepeda
|
|||||||||||||||||||||
|
76
|
Memprediksi peristiwa pemuaian dalam kehidupan sehari-hari
|
||||||||||||||||||||
|
1.
Kaca jendela menjadi tebal pada siang hari
2.
Kawat listrik menjadi kendor pada siang hari
3.
Pintu sulit di tutup pada waktu panas
|
|||||||||||||||||||||
|
77
|
Menganalisis peran kalor dalam mengubah suhu benda.
|
||||||||||||||||||||
|
1.
Mencair: padat menjadi cair
2.
Menguap: cair menjadi gas
3.
Memuai : benda padat menjadi bertambah panjang atau besar
|
|||||||||||||||||||||
|
78
|
Mengelompokkan planet-planet dalam tata surya.
|
||||||||||||||||||||
|
1.
Planet dalam/ terrestrial/ menyerupai bumi/ memiliki bebatuan/logam,
adan stmosfer: merkurius, venus, bumi
2.
Planet luar, ukuranya lebih besar : mars,yupiter, saturnus, Uranus,
neptunus
|
|||||||||||||||||||||
|
79
|
Menganalisis proses terjadinya tata surya
|
||||||||||||||||||||
|
Ada banyak hipotesis tentang asal usul tata surya telah dikemukakan
para ahli, diantaranya adalah sebagai berikut ini :
1. Hipotesis Nebula Menurut Hipotesis ini, planet berasal dari kabut pijar yang berputar membentuk gelang-gelang, berbentuk Gumpalan kemudian membeku menjadi Planet. Teori ini disampaikan oleh Immanuel Kant dan Piere Simon de Laplace. Keterangan : a) Nebula berasal dari gas dan debu, sebagian besar menjadi Matahari. b) Terbentuk Matahari dan planet lain yang masih Berpijar. c) Matahari terbentuk planet-planet bertebaran tak terarah. d) Matahari berputar pada porosnya, planet-planet terbentuk atmosfernya. e) Planet terbentuk atmosfer, dibumi telah muncul kehidupan karena sudah ada lapisan atmosfer. 2. Hipotesis Planetisimal Menurut Thomas C. Chamberlain dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Matahari dan bintang lainnya pada suatu saat melintas sangat dekat satu sama lain. Akibatnya, terjadilah semacam pasang dan gas yang besar disedot dari matahari oleh tarikan gravitasi bintang lain tersebut. Karena adanya pasang surut ini maka gas-gas tersebut berputar mengelilingi matahari lalu mulai mengalami penurunan suhu dan memadat membentuk partikel-partikel keras dalam ukuran yang berbeda yang disebut planetasimal (planet kecil). Partikel-partikel yang lebih besar yang disebut Knot, bertindak sebagai inti untuk pembentukan planet-planet itu. Inti tersebut menarik dan bergabung dengan planet-planetesiamal lainnya yang lebih kecil dan akhirnya menjadi massa yang lebih besar sehingga membentuk planet-planet yang lebih kecil itu menjadi planetoida, meteor bahkan satelit-satelit dari planet-planet. 3. Hipotesis Pasang Surut Bintang Menurut Hipotesis ini, adanya gaya tarik menarik antara matahari dengan bintang besar, sehingga pada matahari terbentuk tonjolan seperti serutu. Serutu itu lepas dan terputus-putus yang membentuk tetesan-tetesan yang memadat sehingga terbentuk planet. Teori ini dikemukakan oleh James Jeans. Namun, gas darimanakah yang terlepas sehingga terbentuk planet???? 4. Hipotesis Kondensasi Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa. 5. Hipotesis Bintang Kembar Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya tata surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. 6. Hipotesis Big Bang Terbentuknya alam semesta dan tata surya diawali dari dentuman yang dahsyat meledak, menyebarlah serpihan debu dan awan hidrogen, hasil ledakan berupa debu dan awan hidrogen membentuk bintang-bintang. Matahari merupakan salah satunya. Akibat adanya gaya gravitasi antarmolekul menyebabkan terjadinya gerakan memutar, bagian pusat menjadi Matahari, sedangkan gumpalan lainnya menjadi planet-planet. Ketika daya pancar sinar matahari semakin besar, selubung gas yang letaknya lebih dekat dengan matahari tersapu sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan padat. Planet yang atmosfernya tersapu bersih adalah merkurius dan venus, sedangkan bumi merupakan planet ketiga yang berjarak ideal.
Matahari merupakan
awan dan gas yang berputar amat cepat, sangat panas dan memancarkan cahaya.
Sisa2 dari debu terpental dan bergerak mengelilingi matahari lama kelamaan
suhunya menjadi dingin dan menjadi planet2 dan membentuk tata surya
|
|||||||||||||||||||||
|
80
|
Mengidentifikasi lapisan-lapisan bumi.
|
||||||||||||||||||||
|
Menurut komposisi (jenis dan meterial
pembentuknya), lapisan-lapisan bumi terdiri dari :
Berdasarkan
susunan kimianya, bumi dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu bagian padat
yang terdiri dari tanah dan batuan, bagian cair seperti pada laut, bagian udara
seperti atmosfer, dan bagian panas yang terdapat pada inti bumi.
|
|||||||||||||||||||||
IPS
|
81,82
|
Membandingkan fakta, konsep, generalisasi dalam pembelajaran IPS
|
|
FAKTA : Fakta adalah kejadian, obyek atau
gejala-gejala yang sudah atau dapat dibenarkan oleh indera. Fakta yang
diperoleh berdasarkan observasi tidak mempunyai arti sendiri, ia sekedar
alat.
KONSEP : Konsep adalah suatu abstraksi (hanya dalam
ingatan dan pikiran) dari fakta dan persepsi. Merupakan gambaran dikepala
(inpresi, visualisasi, representasi gejala-gejala) konsep memberikan arti
keteraturan dan pengalaman
GENERALISASI : Generalisasi adalah merupakan paduan dari dua
atau lebih dari konsep-konsep: dapat sederhana (kian besar keluarga, kian
besar biaya), dan dapat kompleks (setiap masyarakat memiliki kebuadayaan
masing-masing). Kumpulan dari generalisasi atau biasanya berupa prinsip,
dalil, hukum, pernyataan dapat membentuk teori.
|
|
|
83,84
|
Menganalisis sejarah kenampakan alam , serta hubungannya dengan
keragaman sosial budaya
|
|
SEJARAH KENAMPAKAN ALAM: pada awalnya bumi merupakan gumpalan gas yang sangat panas, kemudian suhunya turun
dan mengakibatkan permukaan bumi padat menjadi batu dan berkerut-kerut /
tidak rata, bagian yang tinggi disebut pegunungan puncaknya disebut gunung,
bagian yang rendah disebut dataran rendah dan lembah atau jurang selanjutnya
terisi air menjadi sungai dan lautan.
Di daerah dataran
tinggi suhunya dingin sehingga banyak orang menggunakan pakaian tebal dan
mata pencaharianya bertani sayuran. Di dataran randah suhunya panas sehingga
banyak orang memakai pakaian tipis, mata pencaharianya bertani tanaman
palawija
|
|
|
85,86
|
Merumuskan pemanfaatan dan
memeliharaan SDA untuk menciptakan kehidupan yang sejahtera dan harmonis
|
|
1.
Tebang pilih
2.
Tidak mengguanakan bahan peledak untuk menangkap ikan.
3.
Menanam hutan bakau di tepi pantai.
4.
Reboisasi
|
|
|
87,88
|
Mengaitkan penyebab terjadinya
gejala-gejala alam, dan bentuk-bentuk bencana alam serta
usaha-usaha untuk
|
|
PENYEBAB TERJADINYA GEJALA ALAM: 1. Dari manusia : eksplorasi sumber daya alam: penebangan hutan,
perburuan liar. 2. Factor alam: gesekan ranting, kemarau panjang, pergeseran
lempeng bumi
BENTUK-BENTUK BENCANA ALAM: gunung meletus, banjir, kebakaran, tanah longsor, gempa bumi
|
|
|
89
|
Memerinci ciri-ciri kehidupan yang sejahtera
dan harmonis
|
|
CIRI-CIRI KEHIDUPAN YANG SEJAHTERA DAN HARMONIS: hiduo
rukun tiada pertengkaran, kebutuhan hidup dapat dipenuhi, hidup sehat,
keamanan terjamin
|
|
|
90,91
|
Menganalisis peran bangsa
Indonesia pada era global
|
|
PERAN BANGSA INDONESIA PADA ERA
GLOBAL: 1. Ikut
menanda tangani perdagangan bebas
Peran Indonesia pada Era Globalisasi
Negara
Indonesia juga memiliki peran pada era globalisasi sekarang ini. Hal ini
terlihat dari ikut sertanya negara Indonesia
dalam melakukan kerja sama internasional dengan negara-negara lain.
a.
ASEAN (Association of South East Asian Nations)
b. Menjadi
anggota PBB
|
|
|
92
|
Menentukan peran Indonesia dalam kerjasama
ekonomi internasional
|
|
PERAN INDONESIA DALAM KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL: 1. Ikut menanda tangani perdagangan bebas.
Menjadi anggota AFTA.
Melakukan ekspor dan impor
|
|
|
93
|
Menganalisis berbagai aktivitas
ekonomi dalam masyarakat
|
|
AKTIVITAS EKONOMI DALAM MASYARAKAT: produksi,
konsumsi, distribusi
|
|
|
94
|
Menentukan peran uang dalam perekonomian
|
|
PERAN UANG DALAM PEREKONOMIAN:
Peran Uang dalam Perekonomian
Semua aspek kehidupan manusia dalam peradaban modern saat ini tidak terlepas dan ditopang sepenuhnya oleh uang. Tidak ada satupun peradaban di dunia ini yang tidak mengenal dan menggunakan uang. Kalaupun ada, maka perekonomian dalam peradaban tersebut pasti stagnan dan tidak berkembang. Peran uang dalam perekonomian dapat diibaratkan darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Tanpa darah, manusia seakan-akan hendak mati. Kekurangan uang bagaikan kekurangan darah yang mengakibatkan gairah hidup menurun dan lemah, yang pada akhirnya manusia menjadi sakit-sakitan. Abraham H. Maslow dalam teori Motivasinya mengatakan bahwa kebutuhan manusia yang paling mendasar adalah kebutuhan fisik. Kebutuhan fisik manusia tidak lain adalah berupa barang dan jasa. Untuk memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa tersebut, cara yang paling mudah adalah dengan memiliki sesuatu yang disebut UANG. Karena uang adalah sesuatu benda yang diterima dan digunakan secara umum sebagai alat untuk memudahkan proses transaksi dalam memenuhi kebutuhan manusia berupa barang dan jasa. Sehingga secara tidak langsung juga dapat dikatakan bahwa kebutuhan yang paling “mendasar” dalam perekonomian dan kehidupan sosialnya adalah uang. Uang yang semula dimaksudkan berfungsi sebagai alat tukar dan standar satuan nilai ternyata juga berdampak terhadap fokus budaya manusia ketika uang diaplikasikan sebagai properti yang menentukan martabat seseorang di tengah masyarakat. Dalam sejarahnya, peranan dan fungsi uang telah berkembang secara pesat, tanpa mengenal batas, ras, bangsa dan negara sehingga uang telah ikut memberikan andil yang penting dalam proses perkembangan peradaban manusia secara global. Aphra Behn, seorang dramawan abad ke-17 menulis dalam bukunya The Rover (1677) “Uang berbicara dalam bahasa yang dimengerti semua bangsa”. Uang memang benda mati. Namun ternyata ia bisa mengendalikan hidup manusia. Ini bisa terjadi jika manusia lupa akan fungsi dan peran uang yang sesungguhnya. Dengan uang – yang notabene adalah benda mati – napas hidup perekonomian suatu negara dapat terlihat. Dengan uang manusia bisa membeli rasa “aman:, bersosialisasi, dihargai dan dihormati. Dengan uang manusia dapat mengaktualisasikan dirinya.
sebagai alat pembayaran yang syah, sebagai devisa,
pengukur inkam.
|
|
|
95
|
Menyesuaikan materi pembelajaran
yang sesuai dengan tujuan pembelajaran IPS
|
|
Pembelajaran IPS bertujuan
membentuk warga negara yang berkemampuan sosial dan yakin akan kehidupannya
sendiri di tengah-tengah kekuatan fisik dan sosial, yang pada gilirannya akan
menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab. Sedangkan ilmu sosial
bertujuan menciptakan tenaga ahli pada bidang ilmu sosial.
Tujuan IPS
Sama halnya tujuan dalam bidang-bidang yang lain, tujuan pembelajaran IPS bertumpu pada tujuan yang lebih tinggi. Secara hirarki, tujuan pendidikan nasional pada tataran operasional dijabarkan dalam tujuan institusional tiap jenis dan jenjang pendidikan. Selanjutnya pencapaian tujuan institusional ini secara praktis dijabarkan dalam tujuan kurikuler atau tujuan mata pelajaran pada setiap bidang studi dalam kurikulum, termasuk bidang studi IPS. Akhirnya tujuan kurikuler secara praktis operasional dijabarkan dalam tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran. Sub bahasan ini dibatasi pada uraian tujuan kurikuler bidang studi IPS.Tujuan kurikuler IPS yang harus dicapai sekurang-kurangnya meliputi hal-hal berikut: • membekali peserta didik dengan pengetahuan sosial yang berguna dalam kehidupan masyarakat; • membekali peserta didik dengan kemapuan mengidentifikasi, menganalisa dan menyusun alternatif pemecahan masalah sosial yang terjadi dalam kehidupan di masyarakat; • membekali peserta didik dengan kemampuan berkomunikasi dengan sesama warga masyarakat dan dengan berbagai bidang keilmuan serta berbagai keahlian; • membekali peserta didik dengan kesadaran, sikap mental yang positif, dan keterampilan terhadap lingkungan hidup yang menjadi bagian kehidupannya yang tidak terpisahkan; dan • membekali peserta didik dengan kemampuan mengembangkan pengetahuan dan keilmuan IPS sesuai dengan perkembagan kehidupan, perkembangan masyarakat, dan perkembangan ilmu dan teknologi. Kelima tujuan di atas harus dicapai dalam pelaksanaan kurikulum IPS di berbagai lembaga pendidikan dengan keluasan, kedalaman dan bobot yang sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan yang dilaksanakan. |
|
|
96,97
|
Merencanakan media pembelajaran
sesuai karakteristik peserta didik
untuk mencapai
tujuan
pembelajaran IPS
|
|
Macam-macam Media dalam Pengajaran IPS
Menurut Oemar Hamalik(1985:63) ada 4 klarifikasi medi pengjaran antara lain: 1. Alat-alat visual yang dapat dilihat seperti filmstip, tranparasi, projection, gambar, ilustrasi, chart, poster, peta dan globe 2. Alat-alat yang bersifat auditif atau hanya dapat didengar yaitu transkripsi electris, radio, rekaman, pada tape recorder 3. Alat-alat yang dapat dilihat antara lain film, televise, benda-benda tiga dimensi yang biasanay dipertunjukan 4. Dramatisasi antara lain bermain peran,sosiodrama, sandiwara boneka Sedangkan manurut kategorinya media dibagi menjadi 3 yaitu: 1. Berdasarkan atas penggunananya a. Media yang tidak diproyeksikan terdiri dari papan tulis, gambar, peta globe, foto, model, sketsa, diagram, grafuk b. Media yang dpoyeksikan terdiri dari slide, filmstrip, overhead, proyector(OHP, Micro projection) 2. Berdasarkan atas gerakannya a. Media yang tidak bergerak(still) terdiri dari filmstrip, OHP, micro projection b. Media yang bergerak(motion) antara lain film loop, TV, Vidio, Tape, 3. Berdasarkan fungsinya a. Visual media, media untuk dilihat seperti gambar,foto bagan, sketsa,grafik,film,slide b. Audio media media yang didengarkan serperti radio, piringan hitam, tape recorder c. Gabungan Visual media dan Audio media seperti film bicara d. Print media seperti barang-barang cetak biru, buku, surat kabar, majalah buletin e. Display media seperti papan tulis, papan bulletin, papan flannel f. Pengalam sebenarnya dan tiruan sepertu praktikum, permainan, karyawisata, dramatisasi, simulasi 4. Jenis-jenis Media dalam Pengajaran IPS 1. Media yang tidak diproyeksikan a. Gambar diam(still picture) adalah ganbar fotografik atau menyurapai foto grafik yang menggambarkan lokasi tempat, benda, dan objak tertentu b. Gambar grafik(graihic-materials)adalah bahan-bahan non fotografik dan bersifat dua dimensi yang dirancang terutama untuk mengkomunikasikan suatu pesan kepada siswa c. Model dan realita adalah media yang menyerupai benda yang sebenrnya dan bersifat tiga dimensi 2. Media visual yang diproyeksikan Terdiri dari dua macam antara lain: a. Media proyeksi yang tidak bergerak 1. Slide adalah gambar transparent yang diberi bingkai yang di proyeksikan dengan cahaya melalui proyektor 2. Film strip(film rangkai) adalah sama seperti slide akan tetapi slide menyjikan gambar terpisah sedangkan film strp gambar-gambar tersebut tidak terpisah tertapi sudah tersusun secara terarah 3. Overhead projector(OHPP adalah alat yang dirancang untuk menanyalan bahan yang berbentuk lembaran tranparasi berisi tulisan, diagram, atau gambar dan diproyeksikan kelayar yang terletak dibelakang operatornya 4. Opaque projector adalah benda yang diproyeksikan dalah benda yang sebenarnya 5. Micro projector berguna untuk memproyeksikan benda-benda yang terlalu kecil b. Media proyeksi yang bergerak 1. Film dapat digunakan untuk menerangkan suatu proses gerakan, perubahan, ataupun pengulangan berbagai peristiwa masa lampau 2. Film loop(loop film) serangkain film ukuran 8 mm atau 16 mm yang saling berhubungan 3. Televise mempunyai beberapa kelebihan antara lain menarik, up to date, dan selalu siap diterima oleh anak-anak 4. Video tape recorder(VTR) vudio tape tidak dapat menggantikan film karena masing-masing mempunyai karakter sendiri 3. Media audio adalah berbagai bentuk atau cara perekaman dan tranmisi suara untuk tujuan pembelajaran a. Radio dapat berguna yaitu dapat menyampaikan ide-ide baru, kejadian-kajadian, dan peristiwa penting dalam duni pendidikan. Kelebihannya antara lain daya jangkau cukup luas, dala waktu singkat radio dapat menjangkau audience yang sangat besar b. Rekaman, contohnya pidato, ceramah, hasil wawancara,diskusi dan srbainya. Kelebihannya antara lain play-back dapat dilakukan sewaktu-waktu dan berulang-ulang 4. Sistem multi media adalah kombinasi dari berbagai media dasar audio visual dan visual yang digunakan untuk tujuan pembelajaran |
|
|
98
|
Memilih prinsip-prinsip penilaian
dan evaluasi proses dan hasil belajar IPS
|
|
Valid/sahih,objektif,
transparan, terpadu, adil, bermakna, menyeluruh dan berkesinambungan, sistematis, akuntabel
|
|
|
99,100
|
Memilih prosedur penilaian dan
evaluasi proses dan hasil belajar IPS
|
|
Prosedur penilaian :
pretes, proses, kinerja, postes
|
|
makasih pak rangkuman materinya, sy copas tulisan ini untuk bahan pelajaran menambah rangkuman materi yang sy buat di http://muhammadidris-pendidikan.blogspot.com/2013/04/rangkuman-materi-uka-mapel-bahasa.html.
BalasHapustrima kasih.... sangat membantu
BalasHapus