Jumat, 11 Januari 2013

RINGKASAN MATERI SESUAI KISI-KISI UKA TERBARU


BAHASA INDONESIA
1
Menganalisis karakteristik perkembangan bahasa anak usia SD
Perkembangan Bahasa
Bahasa telah berkembang sejak anak berusia 4 – 5 bulan. Orang tua yang bijak selalu membimbing anaknya untuk belajar berbicara mulai dari yang sederhana sampai anak memiliki keterampilan berkomunikasi dengan mempergunakan bahasa. Oleh karena itu bahasa berkembang setahap demi setahap sesuai dengan pertumbuhan organ pada anak dan kesediaan orang tua membimbing anaknya.
Fungsi dan tujuan berbicara antara lain: (a) sebagai pemuas kebutuhan, (b) sebagai alat untuk menarik orang lain, (c) sebagai alat untuk membina hubungan sosial, (d) sebagai alat untuk mengevaluasi diri sendiri, (e) untuk dapat mempengaruhi pikiran dan perasaan orang lain, (f) untuk mempengaruhi perilaku orang lain.
Potensi anak berbicara didukung oleh beberapa hal. Yaitu: (a) kematangan alat berbicara, (b) kesiapan mental, (c) adanya model yang baik untuk dicontoh oleh anak, (d) kesempatan berlatih, (e) motivasi untuk belajar dan berlatih dan (f) bimbingan dari orang tua.
Di samping adanya berbagai dukungan tersebut juga terdapat gangguan perkembangan berbicara bagi anak, yaitu: (a) anak cengeng, (b) anak sulit memahami isi pembicaraan orang lain.

2
Memilih materi ajar  aspek membaca di kelas rendah SD
MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN (MMP)
Keterampilan menyimak dan berbicara, yang merupakan keterampilan berbahasa reseptif diperoleh seseorang untuk pertama kalinya di lingkungan rumah. Keterampilan membaca dan menulis, yakni keterampilan berbahasa produktif, diperoleh seseorang ketika mereka memasuki pendidikan formal. Oleh karena itu, kedua jenis keterampilan berbahasa ini merupakan sajian pembelajaran yang utama dan pertama bagi murid-murid di sekolah dasar di kelas awal. Kedua materi keterampilan berbahasa ini dikemas dalam satu kemasan pembelajaran yang dikenal dengan MMP (Membaca Menulis Permulaan)
A. Bahan belajar mandiri ini (MMP) akan mencangkup beberapa bahasan sebagai berikut :
1. Pengenalan terhadap berbagai metode MMP;
2. Perancang pembelajaran MMP; dan
3. Pelaksana pembelajaran MMP

3
Memilih  materi ajar  aspek menulis di kelas tinggi SD
1.       EYD
2.       Menulis puisi
3.       Menuliskan pengalaman yang menarik
4.       Menulis laporan
4
Memilih  berbagai  metode pembelajaran mengembangkan kemampuan dan

1.       Metode SAS
2.       Metode Eja
3.       Sosio drama
4.       Bermain peran
5
Merancang  berbagai kegiatan menulis dikelas tinggi yang dapat meningkatkan
kemampuan menulis dan berpikir siswa.
1.       Melengkapi paragraf yang rumpang
2.       Menuliskan kembali isi bacaan dengan kalimat sendiri
3.       Menyusun paragraph dari kalimat utama
4.       Menyusun karangan dari kerangka karangan
5.       Menyusun karangan bebas
6
Memperjelas perencanaan dan pelaksanaan penilaian dan evaluasi dalam
pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.
Menurut Akhlan dan Rahman (1997:7), karakteristik perencanaan pengajaran yang baik hendaknya mengandung prinsip sebagai berikut.
a.    Mengembangkan hubungan interaksi yang baik di antara sesama manusia, dalam hal ini siswa dan guru serta personal terkait.
b.    Merupakan suatu wahana atau wadah untuk mengembangkan segala potensi yang ada dan dimiliki oleh anak didik.
c.     Memiliki sikap objektif rasio (tepat dan masuk akal), komprehensif dan sistematis (menyeluruh dan tersusun rapi).
d.  Mengendalikan kekuatan sendiri, bukan didasarkan atas kekuatan orang lain,
e.    Didukung oleh fakta dan data yang menunjang pencapaian tujuan yang telah dirumuskan.
f.     Fleksibel dan dinamis, artinya mudah disesuaikan dengan keadaan serta perkembangan ke arah yang lebih baik dan maju.

Kegiatan pembelajaran meliputi sebagai berikut.
(a)   Kegiatan awal
Kegiatan awal merupakan awal suatu pertemuan pembelajaran yang ditunjukan untuik membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
(b)  Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, memantang dan lainnya.
(c)  Kegiatan akhir
Kegiatan akhir merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, umpan balik, atau tindak lanjut.
Penilaian hasil belajar
Prosedur penilaian disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu pada standar penilaian.

7, 8
Merumuskan  hakikat   (pengertian, tujuan, jenis, dan manfaat) membaca, dan menulis.
Pengertian membaca : membunyikan symbol-simbol tulisan dengan teknik yang tepat
Tujuan membaca: menemukan hal yang baru dari bacaan. Mengekspresikan perasaan. Menyampaikan gagasan.
Jenis membaca: Membaca permulaan, MDH, Membaca teknik, membaca indah, membaca memindai
 Manfaat membaca: menemukan informasi dari bacaan, mengekspresikan perasaan. Menyampaikan gagasan
Pengertian menulis : membuat symbol-simbol bunyi dengan teknik yang tepat untuk menyampaikan gagasan
Tujuan menulis: Mengekspresikan perasaan. Menyampaikan gagasan. berkomunikasi
Jenis menulis: Membaca permulaan, MDH, Membaca teknik, membaca indah, membaca memindai
 Manfaat menulis: menyampaikan informasi, mengekspresikan perasaan. Menyampaikan gagasan
9, 10
Menemukan isi atau pesan pokok wacana lisan monolog dan dialog dalam kehidupan sehari-hari, seperti berita,  pidato.
Perhatikan secara seksama isi dari wacana, tuliskan hal-hal yang penting, biasanya di bagian awal atau akhir. Susunlah menjadi urutan yang logis
11,12
Menemukan isi atau pesan pokok dalam wacana naratif seperti cerita rakyat, puisi.
Wacana narasi merupakan satu jenis wacana yang berisi cerita. Oleh karena itu, unsur-unsur yang biasa ada dalam narasi adalah unsur waktu, pelaku, dan peristiwa.
 13
Membandingkan berbagai jenis wacana bahasa Indonesia (deskripsi dan narasi,).
KARANGAN DESKRIPSI:
Pengertian : berasal dari bahasa latin describere yang berarti menggambarkan atau memerikan suatu hal.
Menurut istilah : suatu bentuk karangan yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya sehingga pembaca dapat mencitrai(melihat, mendengar, mencium dan merasakan) apa sesuai dengan citra penulisnya.
Langkah –langkah melukiskan:1. Mengamati 2. Lukiskan bagian-bagian yang penting sedetail mungkin.
Deskripsi yang baik memuat 3 hal:1. Melatih diri mengamati sesuatau. 2. Agar menjadi hidup lukiskan bagian-bagian yang penting sedetail mungkin.
Pendekatan :1.  ekspositoris/ ket sesuai keadaan sebenarnya.,2. Impresionistik/ mendapatkan tanggapan emosional pembaca. 3. Sikap pengarang.
Macam-macam: 1. Deskripsi orang( fisik, keadaan sekitar, watak, gagasan) 2. Tempat ( menelusuri apa yang dilihat, dan kesan umum)
Langkah-langkah menulis:1. Menentukan orang atau tempat. 2. Menentukan tujuan. 3. Menetapkan bagian-bagian. 4. Memerinci, menyistematiskan hal-hal.
KARANGAN NARASI
Pengertian: asal kata Inggris narration(cerita), narrative( yang menceritakan) . istilah menyajikan serangkaian peristiwa.
Tujuan menulis narasi : 1. Menceritakan informasi/ wawasan    2.  Member pengalaman estetis
Prinsip narasi : alur, penokohan, latar, titik pandang dan pemilihan detil-detil peristiwa.
Kedudukan narrator :1. Serba tahu. 2. Objektif. 3. Aktif. 4. peninjau
Langkah-langkah menulis :1. Tentukan tema dan amanat. 2. Tetapkan sasaran pembaca. 3. Rancang peristiwa2 utama dalam skema alur. 4. Bagi peristiwa utama ke bagian awal, perkembangan, dan akhir cerita. 5. Rinci peristiwa2 ke dalam detail2 peristiwa sebagai pendukung cerita.
PERBEDAAN DESKRIPSI DAN NARASI : DALAM NARASI MENGANDUNG UNSUR UTAMA BERUPA UNSUR PERBUATAN DAN WAKTU. KEDUANYA TERJALIN DALAM SATU KEUTUHAN TEMPAT DAN WAKTU.

14, 15
Menyusun berbagai bentuk/jenis tulisan surat.
Bentuk Surat
1.Bentuk Setengah Lurus
Surat yang berbentuk setengah lurus di susun dengan aturan, semua bagian surat di ketik mulai dari margin kiri yang sama, batas-batas bagian surat di ketik dengan menambahkan jarak 5 (Lima) ketukan dan setiap paragraf baru di mulai pada margin yang sama diantara paragraf yang satu dan yang lainnya berjarak satu spasi.

Keterangan :
1) Kop Surat
2) Perihal dan Nomor Surat
3) Tempat, tanggal dan tahun Surat
4) Salam Pembuka
5) Isi Surat
6) Inti atau Pokok Surat
7) Salam Penutup
8) Tandatangan dan nama terang.
>

2.Bentuk Lurus
Bentuk lurus pada dasarnya hampir sama dengan bentuk lurus penuh. Bedanya terletak pada pengetikan tanggal surat, nama jabatan, tanda tangan, nama terang dan NIP, salam penutup, semuanya terletak di margin sebelah kiri.

Keterangan :
1) Kop Surat
2) Perihal dan Nomor Surat
3) Tempat, tanggal dan tahun Surat
4) Salam Pembuka
5) Isi Surat
6) Inti atau Pokok Surat
7) Salam Penutup
8) Tandatangan dan nama terang.
3.Bentuk Lekuk dan Gerigi
Bentuk Lekuk dan gerigi (Indented Style) yaitu setiap paragraf diketik agak menjorok ke dalam. Paragraf yang satu dan paragraf yang lainnya tidak perlu berjarak.


Keterangan :
1) Kop Surat
2) Perihal dan Nomor Surat
3) Tempat, tanggal dan tahun Surat
4) Salam Pembuka
5) Isi Surat
6) Inti atau Pokok Surat
7) Salam Penutup
8) Tandatangan dan nama terang.


4.Bentuk Resmi Indonesia Lama
Bentuk resmi Indonesia lama yaitu penulisan alamat surat diketik sebelah kanan di bawah tanggal surat.


Keterangan :
1) Kop Surat
2) Perihal dan Nomor Surat
3) Tempat, tanggal dan tahun Surat
4) Salam Pembuka
5) Isi Surat
6) Inti atau Pokok Surat
7) Salam Penutup
8) Tandatangan dan nama terang.
>


Keterangan :
1) Kop Surat
2) Perihal dan Nomor Surat
3) Tempat, tanggal dan tahun Surat
4) Salam Pembuka
5) Isi Surat
6) Inti atau Pokok Surat
7) Salam Penutup
8) Tandatangan dan nama terang.
5.Bentuk Resmi Indonesia Baru
Bentuk resmi Indonesia baru merupakan variasi bentuk setengah lurus dan bentuk resmi Indonesia, bedanya dengan bentuk setengah lurus terletak pada penulisan salam penutup yang berada pada margin kanan yang setara dengan penulisan tembusan.

Bagian-bagian surat
1.Kepala Surat/Kop Surat
2.Nomor Surat
3.Tanggal Surat
4.Lampiran Surat
5.Hal atau Perihal
6.Alamat Dalam Surat (siapa yang dituju)
7.Salam Pembuka

8.Isi Surat : – Alenia Pembuka
-Alenia Isi
-Alenia Penutup
9.Salam Penutup
10.Pengirim Surat
11.Tembusan Surat
12.Inisial

JENIS2 SURAT :
1.       SURAT RESMI :
A.      LAMARAN KERJA
B.      LAPORAN
C.      IJIN
D.      KETERANGAN
E.       KEPUTUSAN
2.       SURAT PRIBADI
16, 17
Menganalisis unsur intrinksik dan ekstrinsik, struktur, dan ciri-ciri karya sastra
Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Prosa
Unsur pembangun prosa terdiri dari struktur dalam atau unsur intrinsik serta struktur
luar atau unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik prosa terdiri dari tema dan amanat, alur,
tokoh, latar, sudut pandang, serta bahasa yang dipergunakan pengarang untuk
mengekspresikan gagasannya.
Tema prosa fiksi terutama novel dapat terdiri dari tema utama serta beberapa tema
bawahan. Pada cerpen yang memiliki pengisahan lebih singkat, biasanya hanya
terdapat tema utama.
Alur merupakan struktur penceritaan yang dapat bergerak maju (alur maju), mundur
(alur mundur), atau gabungan dari kedua alur tersebut (alur campuran). Pergerakan
alur dijalankan oleh tokoh cerita. Tokoh yang menjadi pusat cerita dinamakan tokoh
sentral. Tokoh adalah pelaku di dalam cerita. Berdasarkan peran tokoh dapat dibagi
menjadi tokoh utama, tokoh bawahan, dan tokoh tambahan. Tokoh tercipta berkat
adanya penokohan, yaitu cara kerja pengarang untuk menampilkan tokoh cerita.
Penokohan dapat dilakukan menggunakan metode (a) analitik, (b) dramatik, dan (c)
kontekstual.
Tokoh cerita akan menjadi hidup jika ia memiliki watak seperti layaknya manusia.
Watak tokoh terdiri dari sifat, sikap, serta kepribadian tokoh. Cara kerja pengarang
memberi watak pada tokoh cerita dinamakan penokohan, yang dapat dilakukan melalui
dimensi (a) fisik, (b) psikis, dan (c) sosial.
Latar berkaitan erat dengan tokoh dan alur. Latar adalah seluruh keterangan mengenai
tempat, waktu, serta suasana yang ada dalam cerita. Latar tempat terdiri dari tempat
yang dikenal, tempat tidak dikenal, serta tempat yang hanya ada dalam khayalan. Latar
9
waktu ada yang menunjukkan waktu dengan jelas, namun ada pula yang tidak dapat
diketahui secara pasti.
Cara kerja pengarang untuk membangun cerita bukan hanya melalui penokohan dan
perwatakan, dapat pula melalui sudut pandang. Sudut pandang adalah cara pengarang
untuk menetapkan siapa yang akan mengisahkan ceritanya, yang dapat dipilih dari
tokoh atau dari narator. Sudut pandang melalui tokoh cerita terdiri dari (a) sudut
pandang akuan, (b) sudut pandang diaan, (c) sudut pandang campuran. Dalam
menuangkan cerita menggunakan medium bahasa, pengarang bebas menentukan
akan menggunakan bahasa nasional, bahasa daerah, dialek, ataupun bahasa asing.

Sebagai naskah yang utuh, drama dibangun oleh beberapa unsur yang saling
berkaitan, yaitu dialog, petunjuk pemanggungan, plot, dan karakter.
Wellek & Warren ( 1989:22) menyebutkan: 1) menimbulkan efek yang
mengasingkan, 2) fiksionalitas, 3) ciptaan, 4) tujuan yang tidak praktis, 5)
pengolahan dan penyampaian melalui media bahasa, 6) imajinasi, 7)
bermakna lebih, 8) berlabel sastra, 9) merupakan konvensi masyarakat,
sebagai cirri-ciri sastra. Selain itu, Lexemburg, dkk. ( 1984:9) menambahakan
beberapa cirri lagi, yaitu: 1) bukan imitasi, 2) otonom, 3) koherensi, 4). sintesa,
dan 5) mengungkapkan yang tak terungkapkan sebagai ciri sastra yang lainnya.
Dengan demikian sudah teridentifikasi empat belas cirri sastra. Tentu pendapat lain
dapat pula ditambahkan, seperti pendapat yang dipegang pada zaman Romantik,
bahwa sastra itu merupakan luapan emosi spontan, sedangkan menurut kaum
Formalis, sastra selain menunjukkan cirinya pada aspek sintaktik, juga pada
grafiknya.
Untuk mendapatkan pemahaman lebih lanjut tentang maksud ciri-ciri sastra di
atas, Anda sebaiknya membaca buku sumber yang telah disebutkan di atas, yaitu
buku Wellek & Warren dan buku Lexemburg, dkk. Anda lihat identitas sumber
selengkapnya pada bagian V. Sumber Belajar.
18
Menyusun langkah-langkah membuat parafrase puisi ke prosa.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, parafrasa adalah penguraian
kembali suatu teks atau karangan dalam bentuk atau susunan kata yang
lain dengan maksud dapat menjelaskan maknanya yang tersembunyi.
Untuk memparafrasakan sebuah teks tertulis, langkah-langkah yang
perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.

1. Bacalah teks yang akan diparafrasa secara keseluruhan.
232 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X
2. Pahami topik atau tema dari teks tersebut untuk teks berbentuk narasi pahami pula alur atau jalan ceritanya.
3. Carilah kalimat utama pada setiap paragraf untuk menemukan gagasan
atau ide pokok paragraf tersebut.
4. Catatlah gagasan pokok setiap paragrafnya.
5. Perhatikan kalimat penjelas, pilahlah kalimat penjelas yang penting dan buanglah yang hanya berupa ilustrasi, contoh, permisalan, dan sebagainya
6. Pilihlah kata atau kalimat yang efektif untuk menceritakan kembali. Jika perlu gunakan kata yang sepadan atau ungkapan yang lebih mewakili pengertian yang panjang, tetapi dapat dipahami.
7. Jika ada kalimat langsung, ubahlah menjadi kalimat tidak langsung agar lebih singkat.
8. Ceritakan atau uraikan kembali dengan bahasa yang lebih mudah dipahami dan ringkas.

19
Menilai prosa
Jenis-jenis Prosa
Berdasarkan pembagian sejarah sastra Indonesia, dikenal 2 macam sastra, yaitu sastra
klasik dan sastra modern.
Sastra modern termasuk di dalamnya prosa baru yang mencakup roman, novel, novel
populer, cerpen. Selanjutnya sastra klasik termasuk di dalamnya yaitu prosa lama yang
mencakup cerita rakyat, dongeng, fabel, epos, legenda, mite, cerita jenaka, cerita
pelipur lara, sage, hikayat, dan silsilah.
Roman adalah salah satu jenis karya sastra ragam prosa. Pengertian roman pada
mulanya ialah cerita yang ditulis dalam bahasa Romana. Dalam perkembangannya
kemudian, roman berupa cerita yang mengisahkan peristiwa/pengalaman lahir/batin
sejumlah tokoh pada satu masa tertentu. Hal ini terjadi pada akhir abad ke-17.
13
Perkembangan roman mencapai puncaknya pada abad ke-18. Pada abad ke-19
muncullah penulis-penulis roman yang termasyhur, seperti Honore de Balzac, Gustave
Flaubert, Emile Zola, Charles Dickens, Leo Tolstoy, F. Dostojevski. Penulis-penulis
roman ini kemudian disusul oleh rekan-rekannya yang mewakili abad ke-20, seperti
Proust, Joyce, Kafka, dan Faulkner.
Bentuk yang hampir sama dengan roman adalah novel. Bagi pembaca awam, kedua
bentuk ini sulit dibedakan. Pada dasarnya novel maupun roman menceritakan hal luar
biasa yang terjadi dalam kehidupan manusia sehingga jalan hidup tokoh cerita yang
ditampilkan dapat berubah.
Novel dapat dibedakan menjadi novel kedaerahan, novel psikologi, novel sosial, novel
gotik, dan novel sejarah, serta novel populer.
Cerita jenis lain yang memiliki ciri utama sepertri novel adalah cerpen. Bedanya dengan
novel, cerpen penceritaannya lebih ringkas, masalahnya lebih padu dan plotnya tunggal
dan terfokus ke akhir cerita. Sebuah cerita yang panjang yang berjumlah ratusan
halaman, jelas tidak dapat disebut dengan cerpen.
Kegiatan Belajar 3
Unsur Intrinsik Prosa
Unsur intrinsik prosa terdiri atas alur, tema, tokoh dan penokohan, latar/setting, sudut
pandang, gaya, pembayangan, dan amanat. Alur atau plot adalah struktur rangkaian
kejadian dalam cerita yang disusun sebagai sebuah interelasi fungsional yang sekaligus
menandai urutan bagian-bagian dalam keseluruhan fiksi, bahwa pada umumnya alur
cerita rekaan terdiri atas
1. alur buka, yaitu situasi terbentang sebagai suatu kondisi permulaan yang akan
dilanjutkan dengan kondisi berikutnya;2. alur tengah, yaitu kondisi mulai bergerak ke
arah kondisi yang memulai memuncak;3. Alur puncak, yaitu kondisi mencapai titik
puncak sebagai klimaks peristiwa ; dan4. alur tutup
Dengan kata lain, alur cerita meliputi paparan, konflik, klimaks dan penyelesaian.
Kedelapan unsur tersebut saling mengisi dalam sebuah prosa. Tema, misalnya menjadi
sentral yang mengilhami cerita. Begitu juga dengan penokohan yang meramu watak
tokohnya menjadi penyampai pesan yang diinginkan pengarang, baik yang jahat
maupun yang baik. Agar penokohan ini tampak lebih hidup, ditopang dengan
latar/setting cerita, gaya, pembayangan dan amanat.
Kegiatan Belajar 4
Unsur Ekstrinsik dan Tingkat Penilaian karya Sastra
Unsur ekstrinsik prosa fiksi adalah segala faktor luar yang melatarbelakangi penciptaan
karya sastra seperti nilai sosiologi, nilai kesejarahan, nilai moral, nilai psikologi. Ia
merupakan nilai subjektif pengarang yang bisa berupa kondisi sosial,motivasi, tendensi
yang mendorong dan mempengaruhi kepengarangan seseorang. Pada gilirannya unsur
ekstrinsik yang sebenarnya ada di luar karya sastra itu, cukup membantu para
14
penelaah sastra dalam memahami dan menikmati karya yang dihadapi. Pengalaman
mendalam dan pengenalan unsur ekstrinsik tersebut memungkinkan seseorang
penelaah mampu ,menginterpretasikan karya sastra dengan lebih tepat.
Unsur tingkat nilai penghayatan dalam prosa fiksi adalah neveau anorganik, neveau
vegetatif, neveau animal, neveau humanis, dan neveau metafisika/ transcendental
20
Mengapresiasi drama.
Struktur Drama
Sebagai naskah yang utuh, drama dibangun oleh beberapa unsur yang saling
berkaitan, yaitu dialog, petunjuk pemanggungan, plot, dan karakter. Dialog merupakan
ucapan tokoh tertentu yang kemudian disusul oleh ucapan tokoh yang lain. Melalui
pergiliran ucapan tokoh-tokoh itulah segala informasi diutarakan perlahan-lahan dari
awal sampai akhir drama. Karena itulah kedudukan dialog sangat penting dan utama di
dalam drama. Selain itu, informasi juga diberikan melalui petunjuk pemanggungan.
Petunjuk pemanggungan adalah teks sampingan yang berfungsi untuk memberikan
petunjuk tentang berbagai aspek pemang-gungan, yakni aspek karakter, penuturan,
dan desain. Teks ini mungkin terdapat di dalam dialog (intradialog) dan mungkin pula
terdapat di luar dialog (ekstradialog). Unsur drama berikutnya adalah plot, yaitu pola
pengaturan kejadian dalam drama yang membuat kejadian-kejadian tersebut saling
berhubungan secara logis, utuh, dan bermakna. Kejadian-kejadian dalam drama tentu
saja muncul karena adanya tindakan tokoh/karakter dramatik dengan segala aspek
psikis, moral, sosial, dan ciri fisiknya.
Kegiatan Belajar 3
Jenis Drama
Pada umumnya, drama dikelompokkan dalam dua jenis, yaitu tragedi dan komedi.
Pengelompokan ini didasarkan pada cara pandang filosofis drama tersebut terhadap
hakikat hidup manusia. Pandangan hidup yang khas dalam drama tragedi terletak pada
penegasan bahwa manusia harus menerima suratan nasib yang tidak dapat
dihindarkan. Namun, tragedi juga menggambarkan kenyataan bahwa meskipun kita
harus menghadapi dan menerima suratan nasib, kita juga punya kebutuhan yang kuat
untuk memberi makna pada nasib kita. Oleh karena itu, semangat drama tragedi
tidaklah pasif, melainkan penuh dengan semangat perjuangan, yakni perjuangan untuk
memberi makna pada nasib hidup manusia. Adapun komedi menggambarkan
kenyataan bahwa seberapa kali pun kita jatuh atau gagal, kita akan dapat bangkit
kembali dan meneruskan kehidupan. Komedi memperlihatkan kehendak hidup yang tak
terpadamkan. Inilah semangat yang menggerakkan tokoh-tokohnya, yakni semangat
untuk merayakan kegembiraan hidup. Kegembiraan hidup itu ditunjukkan dengan cara
menyimpangkan keseriusan dan kesakitan (penderitaan) sedemikian rupa sehingga
16
dapat menimbulkan kelucuan.
Kegiatan Belajar 4
Pementasan Drama
Naskah drama dibuat bukan semata-mata untuk dibaca, tetapi lebih dimaksudkan untuk
dipentaskan. Untuk mewujudkan naskah drama menjadi sebuah pementasan,
diperlukan banyak pihak yang harus bekerja sama secara kompak. Pihak-pihak
tersebut adalah produser, sutradara, aktor/aktris, dan desainer. Berbagai pihak ini
kemudian mengubah atau mengonkretkan naskah menjadi konsep produksi, yakni
suatu rumusan konseptual atau ide dasar yang menyatukan berbagai aspek
pementasan yang berbeda sehingga dapat terbentuk suatu sudut pandang pemaknaan
bersama terhadap produksi pementasan. Rumusan ini bersifat general, konkret, dan
inspiratif. Dengan panduan konsep produksi itulah berbagai pihak tersebut saling
memberikan kontribusi demi terciptanya pementasan yang berhasil.

PKN
21
Merumuskan proses belajar PKn tentang  konsep kejujuran
1.       Pendahuluan :
pretes
apersepsi
menjelaskan tujuan pembelajaran
2.       Inti : Tanya jawab pengertian kejujuran
Diskusi tentang akibat bila tidak jujur
Tanya jawab pentingnya kejujuran
3.       Penutup : membuat kesimpulan, postes
22
Membuat tes proses pembelajaran tentang sikap nasionalisme
1.       Mengamati sikap siswa dalam menggunakan produk dalam negeri
2.       Mengamati sikap mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi
23,24
Membuat contoh sangsi  pelanggaran norma yang berlaku di sekolah.              norma yang berlaku di sekolah

1.       Teguran
2.       Tidak boleh mengikuti pelajaran
3.       Di skores
4.       Dikeluarkan
25, 26
Menelaah  prinsip-prinsip demokrasi.
Prinsip-Prinsip Demokrasi yang Berlaku Universal
Inu Kencana Syafiie merinci prinsip-prinsip demokrasi sebagai berikut, yaitu ; adanya pembagian kekuasaan, pemilihan umum yang bebas, manajemen yang terbuka, kebebasan individu, peradilan yang bebas, pengakuan hak minoritas, pemerintahan yang berdasarkan hukum, pers yang bebas, beberapa partai politik, konsensus, persetujuan, pemerintahan yang konstitusional, ketentuan tentang pendemokrasian, pengawasan terhadap administrasi negara, perlindungan hak asasi, pemerintah yang mayoritas, persaingan keahlian, adanya mekanisme politik, kebebasan kebijaksanaan negara, dan adanya pemerintah yang mengutamakan musyawarah.
Prinsip-prinsip negara demokrasi yang telah disebutkan di atas kemudian dituangkan ke dalam konsep yang lebih praktis sehingga dapat diukur dan dicirikan. Ciri-ciri ini yang kemudian dijadikan parameter untuk mengukur tingkat pelaksanaan demokrasi yang berjalan di suatu negara. Parameter tersebut meliputi empat aspek.Pertama, masalah pembentukan negara. Proses pembentukan kekuasaan akan sangat menentukan bagaimana kualitas, watak, dan pola hubungan yang akan terbangun. Pemilihan umum dipercaya sebagai salah satu instrumen penting yang dapat mendukung proses pembentukan pemerintahan yang baik. Kedua, dasar kekuasaan negara. Masalah ini menyangkut konsep legitimasi kekuasaan serta pertanggungjawabannya langsung kepada rakyat. Ketiga, susunan kekuasaan negara. Kekuasaan negara hendaknya dijalankan secara distributif. Hal ini dilakukan untuk menghindari pemusatan kekuasaan dalam satu tangan..Keempat, masalah kontrol rakyat. Kontrol masyarakat dilakukan agar kebijakan yang diambil oleh pemerintah atau negara sesuai dengan keinginan rakyat.


27,28,
29
Mengkategorikan Peraturan perundang- undangan di tingkat pusat dan daerah.



Peraturan Perundang-Undangan
Pasal 1 butir 2 UU Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Peraturan Perundang-undangan adalah peraturan tertulis yang dibentuk oleh lembaga negara atau pejabat yang berwenang dan mengikat secara umum. Dilihat dari sisi materi muatannya, peraturan perundang-undangan bersifat mengatur (regelling) secara umum dan abstrak, tidak konkrit dan individual seperti keputusan penetapan.

Jenis dan hierarki Peraturan Perundang-Undangan menurut Pasal 7 ayat 1 UU Nomor 10 Tahun 2004 adalah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu), Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, dan Peraturan Daerah. Peraturan Daerah terdiri atas Peraturan Daerah Provinsi, Peraturan Daerah Kabupaten/Kota, dan Peraturan Desa.

Selain jenis Peraturan Perundang-Undangan di atas, Pasal 7 ayat (4) UU Nomor 10 Tahun 2004 juga menyatakan bahwa Jenis Peraturan Perundang-Undangan lain diakui keberadaannya dan mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang diperintahkan oleh Peraturan perundang-Undangan yang lebih tinggi.

Dalam praktik selain jenis sebagaimana dimaksud tersebut juga terdapat Peraturan Menteri sebagai produk hukum yang bersifat mengatur. Oleh karena itu, dalam laman ini juga dimuat Peraturan Menteri. Untuk nama produk hukum, terutama jenis Peraturan Presiden dan Peraturan Menteri, masih terdapat ketidakseragaman, beberapa produk hukum yang dikeluarkan oleh Presiden dan Menteri masih dinamakan Keputusan (Keputusan Presiden dan Keputusan Menteri). Kedua produk hukum tersebut, sepanjang materi muatannya mengatur, dimasukkan dalam kategori Peraturan Presiden atau Peraturan Menteri.

Selain itu, juga masih ditampilkan produk hukum Ketetapan MPR. Walaupun saat ini sudah tidak dikenal lagi, namun berdasakan Ketetapan MPR Nomor I/MPR/2003, terdapat 2 Ketetapan yaitu; Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/I966 tentang Pembubaran Partai Kornunis Indonesia, Pernyataan Sebagai Organisasi Terlarang di Seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia bagi Partai Komunis Indonesia dan Larangan Setiap Kegiatan untuk Menyebarkan atau Mengembangkan Faharn atau Ajaran Komunis/Marxisme
Leninisme dan Ketetapan MPR Nomor XVI/MPR/1998 tentang Politik Ekonomi dalam Rangka Demokrasi Ekonomi. Di samping itu, juga terdapat 11 Ketetapan sebagaimana disebut dalam Pasal 4 yang masih berlaku sampai terbentuknya undang-undang yang mengaturnya.


30, 31
Mengemukakan sejarah terbentuknya Pancasila sebagai pandangan hidup dan Pancasila sebagai dasar negara.

Panitia Sembilan berhasil merumuskan dasar negara Indonesia
merdeka yang disebut Piagam Jakarta atau Jakarta
Charter.
_ Sidang kedua BPUPKI berlangsung pada tanggal 10–16
Juli 1945.
_ Dasar negara Indonesia disahkan penggunaannya oleh
PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945.
32, 33
Menyimpulkan nilai-nilai Pancasila,sebagai idiologi negara.
Pancasila Sebagai Ideologi Negara I.
Pengertian dan Fungsi Ideologi Nama ideologi berasal dari kata ideas dan logos.
Idea berarti gagasan,konsep, sedangkan logos berarti ilmu.
Pengertian ideologi secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan keagamaan.
 Ciri-ciri ideologi adalah sebagai berikut : Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan. Oleh karena itu, mewujudkan suatu asas kerohanian, pandanagn dunia, pandangan hidup, pedoman hidup, pegangan hidup yang dipelihara diamalkan dilestarikan kepada generasi berikutnya, diperjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan berkorban.
Fungsi ideologi menurut beberapa pakar di bidangnya :
1.Sebagai sarana untuk memformulasikan dan mengisi kehidupan manusia secara individual. (Cahyono, 1986)
2. Sebagai jembatan pergeseran kendali kekuasaan dari generasi tua (founding fathers) dengan generasi muda. (Setiardja, 2001)
3. Sebagai kekuatan yang mampu member semangat dan motivasi individu, masyarakat, dan bangsa untuk menjalani kehidupan dalam mencapai tujuan. (Hidayat, 2001) II.
Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah Pancasila sebagai cita-cita negara atau cita-cita yang menjadi basis bagi suatu teori atau sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia, serta menjadi tujuan hidup berbangsa dan bernegara Indonesia. Berdasarkan Tap. MPR No. XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR tentang P4, ditegaskan bahwa Pancasila adalah dasar NKRI yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. III.
Pancasila sebagai Ideologi Terbuka Makna dari ideologi terbuka adalah sebagai suatu sistem pemikiran terbuka.
Ciri-ciri ideologi terbuka dan ideologi tertutup adalah : Ideologi Terbuk merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat. Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri. Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat. Bersifat dinamis dan reformis. Ideologi Tetutup Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat. Bukan berupa nilai dan cita-cita. Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku. Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak. Menurut Kaelan, nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai berikut Nilai dasar, yaitu hakekat kelima sila Pancasila. Nilai instrumental, yang merupakan arahan, kebijakan strategi, sasaran serta lembaga pelaksanaanya. Nilai praktis, yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengamalan yang bersifat nyata, dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara.

34
Menganalisis  pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Indonesia terdiri dari bermacam suku, adat, agama , ras, budaya, sehingga rawan terjadi perpecahan maka keutuhan NKRI harus dijaga agar tetap bersatu
35, 36
Menelaah bentuk-bentuk manifestasi nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.
1.       Bekerja bakti di lingkungan
2.       Ikut siskamling
3.       Mengikuti upacara hari besar nasional
37
Menelaah setiap lembaga-lembaga pemerintahan di tingkat desa, kabupaten/kota, provinsi, dan pusat.
Lembaga2 pemerintahan desa: BPD, LKMD, PKK, KARANG TARUNA
Pemerintah pusat adalah presiden, wakil presiden, dan kementerian
negara. Sedangkan pemerintah daerah adalah gubernur, bupati atau
walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara daerah.
38,39
Menelaah sistem pemilu dan pilkada yang ada di Indonesia.
Pemilu adalah wujud kekuasaan rakyat yang nyata yang memberikan
kesempatan kepada rakyat untuk memilih wakil-wakil rakyat di pusat dan
di daerah serta memilih presiden dan wakil presiden. Pemilu dilaksanakan
5 tahun sekali oleh KPU dan diawasi oleh panitia pengawas pemilu (panwaslu).
2. Pilkada adalah pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah secara langsung oleh rakyat yang dilakukan di daerah provinsi dan kabupaten/ kota yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
Pemilihan umum merupakan sarana untuk mewujudkan kedaulatan rakyat
dalam pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Pemilihan umum dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
1. Langsung berarti setiap pemilih memberikan suaranya langsung tanpa perantara.
2. Umum berarti semua warga negara yang memenuhi syarat berhak ikut  emilihan itu.
3. Bebas berarti tidak ada paksaan dari pihak mana pun dalam menggunakan haknya.
4. Rahasia berarti setiap pemilih tidak akan diketahui tentang siapa yang dipilihnya.
5. Jujur berarti semua pihak yang terlibat dalam proses pemilu itu harus bertindak jujur sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
6. Adil berarti semua pihak yang terlibat dalam proses pemilu akan mendapat
perilaku yang sama dan terbebas dari tindakan curang pihak mana pun.

Pemilihan Umum
Bagi negara-negara yang menyebut dirinya sebagai negara demokrasi, pemilihan umum (general election) merupakan ciri penting yang harus dilaksanakan secaraberkala sesuai dengan peraturan yang ada.
Pemilu diselenggarakan untuk memilih presiden dan wakilnya, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi dan kabupaten/kota. Pemilu perlu diselenggarakan secara berkala dikarenakan beberapa hal sebagai berikut.
  1. Menyalurkan pendapat rakyat mengenai berbagai aspek kehidupan bersama dalam masyarakat yang berkembang dari waktu ke waktu.
  2. Kondisi kehidupan bersama dalam masyarakat dapat pula berubah, baik karena pengaruh dunia internasional ataupun karena faktor dalam negeri sendiri.
  3. Perubahan-perubahan aspirasi dan pendapat rakyat juga dimungkinkan terjadi karena pertambahan jumlah penduduk dan rakyat yang dewasa.
  4. Pemilihan umum perlu diadakan teratur untuk menjamin terjadinya pergantian ke pemimpin annegara, baik eksekutif maupun legislatif.
Asas Pemilu yang berlaku di Indonesia meliputi:
  1. langsung, artinya rakyat sebagai pemilih memiliki hak untuk memberikan suaranya secara langsung.
  2. umum, artinya semua warga negara yang telah memenuhi syarat berhak mengikuti Pemilu.
  3. bebas, artinya setiap warga negara berhak memilih calon sesuai dengan hati nuraninya.
  4. rahasia, artinya setiap pemilih dijamin bahwa pilihannya tidak akan diketahui oleh siapapun.
  5. jujur dan adil (jurdil) artinya pemilu harus dilaksanakan secara jujur dan adil.
Adapun tujuan dari penyelenggaraan pemilihan umum ada empat, yaitu sebagai berikut.
  1. Untuk melaksanakan prinsip hak asasi warga negara.
  2. Untuk memungkinkan terjadinya proses peralihan ke pemim pin an pemerintahan secara tertib dan damai.
  3. Untuk memungkinkan terjadinya pergantian pejabat yang akan mewakili kepentingan rakyat di lembaga perwakilan.
  4. Untuk melaksanakan prinsip kedaulatan rakyat.
Pelaksanaan Pemilu di Indonesia dilaksanakan setiap lima tahun sekali yang meliputi proses pendaftaran peserta Pemilu, penetapan, pemungutan suara sampai penetapan hasil Pemilu.  Lembaga penyelenggara pemilu adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU). Demikian pula di lembaga eksekutif, rakyat sendirilah yang harus memilih presiden, gubernur, bupati dan walikota untuk memimpin jalannya pemerintahan, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun tingkat kabupaten atau kota.   Sistem Pemilu yang diterapkan di Indonesia adalah sebagai berikut.
a. Sistem Mekanis dan Organis
Sistem pemilihan mekanis mencerminkan pandangan yang bersifat mekanis yang melihat rakyat sebagai massa individu yang sama. Sementara itu, dalam sistem pemilihan yang bersifat organis, menempatkan rakyat sebagai sejumlah individu yang hidup bersama dalam berbagai macam persekutuan hidup berdasarkan rumah tangga, keluarga, fungsi tertentu (ekonomi, industri), lapisanl apisan sosial (buruh, tani, cendekiawan), dan lembaga lembaga sosial (universitas). Menurut sistem mekanis, lembaga perwakilan rakyat merupakan lembaga perwakilan kepentingan umum rakyatseluruhnya. Adapun menurut sistem organis, lembaga perwakilan rakyat mencerminkan perwakilan dari berbagai kepentingan khusus persekutuan-persekutuan hidup masing-masing.
b. Sistem Distrik dan Proporsional
Sistem Distrik dan proporsional biasa dilaksanakan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut.
1) Sistem Perwakilan Distrik/Mayoritas
Wilayah negara dibagi dalam distrik atau daerah daerah pemilihan yang jumlahnya sama dengan jumlahanggota lembaga perwakilan rakyat yang diperlukan untuk dipilih. Misalnya, jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat ditentukan 500 orang maka wilayah negara dibagi menjadi 500 distrik atau daerah pemilihan.
2) Sistem Perwakilan Berimbang/Proporsional
Persentase kursi di lembaga perwakilan rakyat dibagikan kepada setiap partai politik, sesuai denganpersentase jumlah suara yang diperoleh setiap partai politik. Umpamanya, jumlah pemilih yang sah pada suatu Pemilihan Umum mencapai 1.000.000 orang. Jumlah kursi di lembaga perwakilan rakyat 100 kursi, berarti untuk satu orang wakil rakyat dibutuhkan suara 10.000 suara.
2. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)
Sebagai arena pembelajaran demokrasi, Pilkada langsung diharapkan akan membawa banyak manfaat bagi perkembangan demokrasi, tatanan pemerintahan daerah, dan kinerja lembaga-lembaga politik yang ada di daerah. Ada tiga tujuan mendasar mengapa pilkada diselenggara kan secara langsung. Tujuan tersebut, yaitu sebagai berikut.
  1. Untuk membangun demokrasi tingkat lokal. Melalui pilkada secara langsung diharapkan aspirasi dan kesejahteraan rakyat langsung tertangani oleh kepala daerah terpilih.
  2. Untuk menata dan mengelola pemerintahan daerah (local democratic governance), semakin baik dan sejalan dengan aspirasi serta kepentingan rakyat.
  3. Untuk mendorong bekerjanya lembaga-lembaga politik lokal. Melalui pilkada secara langsung diharapkan lembaga-lembaga politik lokal dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan harapan rakyat.
Dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, diatur mengenai persyaratan calon dan tahapan Pilkada. Adapun tahapan Pilkada di antaranya meliputi: pendataan peserta pemilih, penetapan bakal calon, proses pemilihan hingga penetapan hasil Pilkada
Semua tahapan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) sebagai pelaksana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di setiap daerah yang ada di Indonesia. Adapun persyaratan calon Kepala Daerah dan Wakil  Kepala Daerah yang sesuai dengan Pasal 58 UU No. 32 Tahun 2004, di antaranya sebagai berikut.
  1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Setia kepada Pancasila, UUD 1945, cita-citanProklamasi 17 Agustus 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  3. Pendidikan sekurang-kurangnya SLTA atau sederajat.
  4. Usia sekurang-kurangnya 30 tahun.
  5. Sehat jasmani dan rohani.
  6. Tidak pernah dijatuhi hukuman pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan dengan kekuatanhukum tetap karena tindak pidana dengan ancaman hukuman 5 tahun atau lebih.
 Beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum pilkada yaitu sebagai berikut.
  1. Masa persiapan yang meliputi pemberitahuan DPRD kepada kepala daerah mengenai masa berakhirnya masa jabatan kepala daerah.
  2. Tahap perencanaan penyelenggaraan, pembentukan panitia pengawas (Panwas), Panitia Pemilu Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Ketua Panitia Pemilihan Sementara (KPPS), pemberitahuan dan pendaftaran pemantau KPUD.
  3. Tahap pengumuman yang dilakukan empat bulan sebelum pencoblosan, selain itu juga dilakukanpendaftaran calon, pemeriksaan calon, penetapan pasangan calon dan penetapan nomor urut calon yang dilakukan dengan undian.
  4. Lalu satu bulan sebelum hari pencoblosan, dimulai masa kampanye yang berlangsung selama 14 hari. Dilanjutkan dengan masa tenang serta pencoblosan suara.
  5. Kemudian dilanjutkan penghitungan suara secara berjenjang dari tingkat TPS sampai dengan penetapan hasil Pilkada pada tingkat daerah penyelenggaraan Pilkada (KPUD).
Di tingkat provinsi, Pilkada dilaksanakan untuk memilih gubernur dan wakil gubernur dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat di provinsi setempat. Adapun di tingkat kota dan kabupaten, Pilkada dilaksanakan untuk memilih walikota dan bupati beserta wakilnya dalam satu paket pasangan. Mereka memiliki tugas dan kewenangan dalam memimpin penyelenggaraan daerah berdasarkankebijakan yang ditetapkan bersama dengan DPRD

40
Menelaah prinsip politik luar negeri dan dalam negeri ASEAN.
Prinsip PLN dan DN non blok dan bebas aktif
Politik luar negeri adalah wawasan internasional. Oleh karena itu, politik luar negeri cenderung bersifattetap, politik luar negeri juga dapat diartikan sebagai pola perilaku, dan kebijakan suatu negara berhubungan dengan negara lain ataupun dunia internasional. Politik luar negeri adalah strategi dan taktik yang digunakan oleh suatu negara dalam berhubungan dengannegaralain.

Bangsa Indonesia dalam membina hubungan dengan negara lain menerapkan prinsip-prinsip politik luarnegeri yang bebas aktif. Politik luar negeri diabdikan bagi kepentingan nasional terutama untuk kepentingan pembangunan di segala bidang serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Bebas dan aktif dalam politik luar negeri dapat diartikan bebas dalam memilih apapun berarti tidak terikat oleh suatu ideologi atau oleh suatu politik negara asing atau oleh blok negara-negara tertentudanaktif dalam berpartisipasi dalam perdamaian dunia.

1.DasarPertimbangan
Pada tahun-tahun pertama berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, pemerintahan Indonesiadihadapkan pada kenyataan sejarah, yaitu munculnya dua kekuatan besar di dunia. Satu pihak Blok Barat (Amerika Serikat) dan di pihak lain Blok Timur (Uni 
Soviet). Kenyataan demikian sangat berpengaruh terhadap usaha-usaha bangsa Indonesia untuk menjalin hubungan atau kerja sama demi kelangsungan hidup negara.
Pengaruh lain adalah adanya ancaman dari Belanda yang ingin kembali menjajah bangsa Indonesia. Kondisi itulah yang kemudian menguatkan tekad bangsa Indonesia untuk merumuskan politik luar negerinya. Pemerintah berpendapat bahwa pendirian yang harus diambil adalah pendirian untuk tidak menjadi objek dalam pertarungan politik internasional. Indonesia harus tetap menjadi subjek yang berhak menentukan nasib sendiri dan memperjuangkan tujuan sendiri, yaitu Indonesia merdekaseluruhnya.
Perjuangan harus dilakukan atas dasar kepercayaan terhadap diri sendiri dan kemauan untuk berjuang dengan kemampuan sendiri melalui usaha menjalin hubungan baik dengan negara-negara lain di dunia. Keterangan inilah yang kemudian menjadi dasar pertimbangan pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Sudah seharusnya semua warga tetap mempertahankan politik luar negeri bebas aktif agar tidak hanyut dalam arus pertentangan bebas.
2. Dasar-Dasar Politik Luar Negeri Indonesia
Pada dasarnya politik luar negeri Republik Indonesia tidak mengalami perubahan. Politik luar negeri bebas aktif tetap berdasarkan pada Pembukaan UUD 1945 dan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RJPM) 2004–2009. RPJM di antaranya sebagai berikut.
  1. Menegaskan arah politik Indonesia yang bebas aktif dan berorientasi pada kepentingan nasional.
  2. Menitikberatkan pada solidaritas antarnegara berkembang, mendukung perjuangan kemerdekaanbangsa.
  3. Menolak penjajahan dalam segala bentuk.
  4. Meningkatkan kemandirian bangsa dan kerja sama internasional bagi kesejahteraan rakyat.
Di samping itu, dengan telah disahkannya Undang- Undang No. 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri tanggal 14 September 1999 maka pemerintah Indonesia dalam pelaksanaan politik luar negeri RI selalu merujuk pada ketentuan-ketentuan termaksud dalam UU tersebut.
Hal yang menjadi landasan bagi pelaksanaan politik luar negeri Indonesia adalah sebagai berikut.
  1. Landasan ideal, Pancasila, sila kemanusiaan yang adil dan beradab.
  2. Landasan Konstitusional/UUD 1945, Pembukaan, alinea pertama “… kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan…” dan pembukaan alinea keempat “…ikut menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial…”. Batang tubuh UUD 1945, pasal 11 ayat 1 “Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang, membuatperdamaian dan perjanjian dengan negara lain”.
  3. Landasan Operasional, Peraturan perundang-undangan, UU No. 37 Tahun1999 tentang Hubungan Luar Negeri.


MATEMATIKA
41
Merancang aktifitas pembelajaran berdasarkan prinsip dan teori pembelajaran matematika
1.       Prinsip : dasar pengembangan pendidikan yang bermutu tinggi adalah prinsip balajar sepanjang hayat(puskur, 2002:2) dan 4 pilar belajar yang dikemukakan UNESCO (Yabe, T, 2001:1) 1. Learning to know. 2. Learning to do. 3. Learning to be.4. learning to live together. Prinsip2 tersebut mendasari pengembangan pendidikan untuk menghasilkan kompetensi peserta didik sesuai tingkatan belajar di sekolah. Peserta didik yang kompeten artinya peserta didik yang cerdas, cakap, mampu memahami dengan baik bahan yang diajarkan, mampu bersikap, bernalar, dan bertindak sesuai prosedur yang benar, dan mengembangkan integritas kebersamaan dalam perbedaan.
2.       Teori :  A. Torndike yang bersifat behavioristik(mekanik) latihan dan mengerjakan soal
B. holistik / teori kognitif dikembangkan berdasar teori pembelajaran bermakna dari ausubel.
C. teori Jean Piaget: Teori perkembangan intelektual. Menyatakan bahwa kemampuan intelektual anak berkembang secara bertingkat atau bertahap, yaitu a) sensori motor (0-2 tahun), b) pra operasional (2-7 tahun) . c) operasional kongkret (7-11 tahun). D) operasional lebih dari 11 tahun.
D. teori Vigotsky, berusaha mengembangkan model konstruktivistik belajar mandiri dari piaget menjadi belajar kelompok.
E. teori Jerome Bruner : berkaitan dengan perkembangan mental yaitu kemampuan mental anak berkembang secara bertahap mulai dari sederhana ke yang rumit, mudah ke sulit, kongkret ke abstrak.
F. teori Pemecahan masalah ( George Polya) menyebutkan teori heuristic (bantuan untuk menemukan)
G. teori Van Hiele ( hierarkis Belajar Geometri) menyatakan bahwa  eksistensi dari 5 tingkatan yang berbeda tentang geometric yaitu level 0(visualisasi), level 1 / analisis, level 2/ deduksi informal. Level 3/ deduksi. Level 4. / rigor.
H. RME (realistic Mathematics Education) dari Freudenthal dan Treffers adalah permatikaan horizontal dan Vertikal di Negara Belanda.
I. Peta Konsep / implikasi pembelajaran bermakna dari Ausubel. Yaitu kebermaknaan yang di tunjukkan dengan bagan atau peta, sehingga hubungan antar konsep menjadi jelas dan keseluruhan konsep teridentifikasi.
42
Merancang pembelajaran matematika yang menggunakan gradasi mulai representasi
kongkrit, simbolik, dan abstrak agar siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan

43
Memilih media pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran operasi bilangan bulat
Media kongkret :
Media himpunan benda, lidi, manic-manik positif dan negatif
Media garis bilangan

44
Memilih media pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran operasi bilangan pecahan
Media garis bilangan
Media himpunan
45
Mengombinasikan beragam strategi pembelajaran matematika untuk mencapai
Strategi Pembelajaran Matematika :
Pemecahan Masalah / Problem Solving, Penyelidikan Matematis/ Mathematical Investigation,Penemuan terbimbing, Contextual Learning,
46
Memilih media pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran geometri dan
Pengukuran
Pepan paku, papan berpetak,Papan Tempel, kalkulator, computer, media tayangan,Model bangun ,Pengggaris/ meteran, timbangan,
47
Menganalisis dan menerapkan urutan operasi pada bilangan bulat
1.       Kurung
2.       Pangkat
3.       Kali atau bagi, mana yang di depan dikerjakan dulu
4.       Tambah atau kurang, mana yang di depan dikerjakan dulu
48
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sifat distribusi bilangan bulat

1.       Distribusi perkalian terhadap penjumlahan ax(b+c)=(axb)+(axc)
2.       Distribusi perkalian terhadap pengurangan ax(b-c)=(axb)-(axc)
49
Menganalisis dan menerapkan sifat-sifat urutan bilangan pecahan
Pecahan yang diurutkan harus dibuat menjadi pecahan yang sejenis dulu. Untuk pecahan biasa di samakan penyebutnya. Unuk pecahan desimal bandingkan dari paling depan
50
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bilangan pecahan
Menyamakan penyebut menggunakan KPK
Menyederhanakan pecahan menggunakan FPB
51
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perbandingan/rasio
Yang di cari = perbandingan yang di cari / perbandingan yang di ketahui x yang diketahui sesungguhnya.
Celcius:reamur:fahrenheit= 5:4:9, jika dari fahrenheit maka suhu awal harus dikurangi 32 dulu, jika ke fahrenheit hasilnya +32
Skala= jarak jarak pada peta : jarak sebenarnya
52
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pola bilangan
1.       Penjumlahan bilangan asli berurutan mulai dari 1, rumusnya 1+suku terakhir dibagi 2 kali suku terakhir contoh :1+2+3+4= (1+4):2 x 4 = 10.
2.       Penjumlahan bilangan asli berurutan mulai dari 2. Rumusnya ( (1+ suku terakhir ) : 2 xsuku terakhir) -1. Contoh 2+3+4 = ((1+4):2 x4)-1 = 9
3.       Penjumlahan bilangan asli berurutan mulai dari 3. Rumusnya ((1+ suku terakhir):2 x suku terkhir)-3. Cntoh 3+4+5+6 = ((1+6):2 x 6)-3 = 18
4.       Penjumlahan bilangan ganjil berurutan mulai dari 1. Rumusnya ((1+suku terakhir) :2) 2   contoh 1+3+5+7= ((1+7):2)2 =16
5.       Penjumlahan bilangan genap berurutan mulai dari 2. Rumusnya (2+suku terakhir):2 x setengah x suku terakhir. Contoh 2+4+6+8 = (2+8):2X ½ x8 = 20
53
Menyelesaikan masalah dengan menggunakan persamaan yang memuat variabel
Persamaan linier : y= ax+b,  di mana pangkat dari kedua variabel x dan y adalah 1
Ax+by=c, x dan y
54
Menganalisis dan menerapkan sifat-sifat segiempat
1. Persegi
     a. Sifat-sifat
  • Semua sifat persegipanjang merupakan sifat persegi.
  • Suatu persegi dapat menempati bingkainya dengan delapan cara. 
  • Semua sisi persegi adalah sama panjang.
  • Sudut-sudut suatu persegi dibagi dua sama besar oleh diagonal-diagonalnya.
  • Diagonal-diagonal persegi saling berpotongan sama panjang membentuk sudut siku-siku
2. Persegi Panjang
     a. Sifat-sifat persegipanjang:
  • Mempunyai empat sisi, dengan sepasang sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar.
  • Keempat sudutnya sama besar dan merupakan sudut siku-siku (900).
  • Kedua diagonalnya sama panjang dan berpotongan membagi dua sama besar .
  • Dapat menempati bingkainya kembali dengan empat cara.
3. JajarGenjang
      a. Sifat-sifat
  • Sisi-sisi yang berhadapan pada setiap jajargenjang sama panjang dan sejajar.
  • Sudut-sudut yang berhadapan pada setiap jajargenjang sama besar.
  • Jumlah pasangan sudut yang saling berdekatan pada setiap jajargenjang adalah 1800
  • Pada setiap jajargenjang kedua diagonalnya saling membagi dua sama panjang.
4. Belah Ketupat
    a. Sifat-sifat
  • Semua sisi pada belahketupat sama panjang.
  • Kedua diagonal pada belahketupat merupakan sumbu simetri.
  • Kedua diagonal belahketupat saling membagi dua sama panjang dan saling berpotongan tegak lurus.
  • Pada setiap belahketupat sudut-sudut yang berhadapan sama besar dan dibagi dua sama besar oleh diagonal-diagonalnya.
5. Layang-Layang
    a. Sifat-sifat
  • Masing-masing sepasang sisinya sama panjang.
  • Sepasang sudut yang berhadapan sama besar .
  • Salah satu diagonalnya merupakan sumbu simetri.
  • Salah satu diagonal layang-layang membagi diagonal lainnya menjadi dua bagian sama panjang dan kedua diagonal itu saling tegak lurus.
6.Trapesium
   a. Sifat-sifat
  • Sepasang sisi yang berhadapan sejajar
  • Sudut antara sisi-sisi sejajar yang memiliki kaki sudut sekutu salah satu sisi tegaknya berjumlah 180o. 
  •  Diagonal-diagonal trapesium sama kaki adalah sama panjang.


55
Menganalisis dan menerapkan sifat-sifat kesejajaran garis-garis
Garis sejajar memiliki sifat tidak dapat berpotongan, garis-garis tersebut saling berhadapan
56
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan waktu, jarak, dan kecepatan
Kecepatan = jarak dibagi waktu
Jarak = waktu x kecepatan
Waktu = jarak dibagi kecepatan
57


58


59
Menyajikan data dalam bentuk diagram
Jenis-jenis diagram:
1.       Diagram garis
2.       Diagram batang
3.       Diagram lingkaran
4.       Diagram gambar
60
Memecahkan masalah berkaiatan dengan rara-rata
1.       Rata-rata data tunggal = jumlah seluruh data di bagi banyak data
2.       Rata-rata data terkelompok= jumlah seluruh data atau jumlah  data kali frekwensi dibagi banyak data.

IPA
61
Merumuskan tujuan pembelajaran (proses, produk, dan sikap) sifat benda padat, cair dan gas sesuai dengan karakteristik peserta didik dan materi ajar
Tujuan pembelajaran IPA di SD menurut Kurikulum KTSP (Depdiknas, 2006) secara terperinci adalah: (1) memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaann-Nya, (2) mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, (3) mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat, (4) mengembangkan ketrampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan, (5) meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan, dan (7) memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan ketrampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP atau MTs.

Tujuan pembelajaran
1.       Proses: melalui kerja kelompok siswa dapat menggolongkan berat benda padat
2.       Produk: melalui demonstrasi pembuatan alat yang memanfaatkan sifat zat cair siswa dapat membuat alat yang memanfaatkan sifat zat cair.
3.       Sikap ; melalui diskusi sifat zat gas siswa dapat menunjukkan cara mengantisipasi pecahnya ban sepeda karena terkena panas.
Karakteristik peserta didik
1.       Siswa mulai berpikir kritis
2.       Siswa senang melakukan kegiatan fisik
3.       Siswa meimiliki rasa ingin tahu yang besar

62
Merancang kegiatan pembelajaran IPA melalui penyelidikan ilmiah agar siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan IPA
Penyelidikan ilmiah
menyiapkan lembar kerja penyelidikan ilmiah, mempersiapkan alat dan tempat menyelidiki pertumbuhan pada biji kecamah. Merencanakan kelompok kerja. Merencanakan bentuk laporan hasil penyelidikan. Membuat kesimpilan penyelidikan
63
Mengkombinasikan beragam pendekatan/strategi/ metode/ teknik pembelajaran IPA untuk mencapai tujuan pembelajaran (produk, proses, dan sikap ilmiah
1.       Pendekatan pembelajaran IPA: Sains Teknologi dan Masyarakat (STM), Science Enviroment Technology Society (SETS), STS
2.       Strategi pembelajaran IPA
3.       Metode pembelajaran IPA : eksperimen, demontrasi, pengamatan
64
Menggabungkan beragam asessmen dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran IPA (produk, proses, dan sikap ilmiah)

1.       Asessmen Produk : Tahapan Penilaian Produk   
Penilaian persiapan, produksi, dan hasil
          Tahap persiapan, menilai keterampilan merencanakan merancang, menggali, atau mengembangkan ide. Tahap produksi, menilai kemampuan memilih dan menggunakan bahan, alat, dan teknik kerja Tahap hasil, menilai kemampuan menghasilkan produk yang memenuhi kriteria (fungsi dan estetika) dan menilai kemampuan siswa untuk mengevaluasi hasil kerja

2.       Asessmen Proses : Penilaian kinerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu.

1.       Asessmen sikap ilmiah:  Metode untuk mengukur ranah afektif ada dua macam, yaitu metode observasi dan metode laporan diri (Andersen,1980).
2.       Penggunaan metode observasi berdasarkan pada asumsi bahwa karateristik afektif dapat dilihat dari perilaku atau perbuatan yang ditampilkan dan/atau reaksi psikologi.
3.       Metode laporan diri berasumsi bahwa yang mengetahui keadaan afektif seseorang adalah dirinya sendiri. Namun hal ini menuntut kejujuran dalam mengungkap karakteristik afektif diri sendiri.

65
Menganalisis proses-proses fotosintesis pada tumbuhan
Fotosintesis pada tumbuhan
Tumbuhan bersifat autotrof.[13] Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik.[13] Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Berikut ini adalah persamaan reaksi fotosintesis yang menghasilkan glukosa: 6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2
Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar.[13] Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan.[13] Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas.[13] Pada respirasi, gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida, air, dan energi kimia.[13]
Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil.[13] Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas.[13] klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis.[13] Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian besar energi dihasilkan di daun.[13] Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya.[13] Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju mesofil, tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis.[13] Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar Matahari ataupun penguapan air yang berlebihan.

66
Menyimpulkan macam-macam pengangkutan pada tumbuhan
Macam-macam pengangkutan pada tumbuhan : penganguktan airdan zat hara  oleh akar , pembuluh  xylem dari akar ke daun, pengankutan hasil fotosintesis oleh batang, pengangkutan makanan ke seluruh bagian tumbuhan oleh pembuluh  floem
67
Menggambarkan hubungan manusia,lingkungan dan pemeliharaannya
Hubungan manusia,lingkungan dan pemeliharaannya
Manusia sebagai salah satu komponen ekosistem menduduki posisi sebagai konsumen dalam rantai makanan. Manusia berkewajiban menjaga kelestarian lingkungan
68
Menganalisis gangguan-gangguan pencernaan makanan pada manusia
Gangguan Pada Sistem Pencernaan Manusia
Contoh gangguan – gangguan pada sistem pencernaan pada manusia adalah
1.       Gastritis
Artinya adalah peradangan mukosa lambung. Gangguan ini umum terjadi, terutama pada orang yang berusia lanjut. Gastritis jarang menyebabkan gejala – gejala yang serius. Gastritis menimbulkan peradangan yang tidak begitu berbahaya, tetapi berlangsung lama sehingga menyebabkan rusaknya mukosa lambung. Para peneliti saat ini yakin hamper tidak ada makanan yang menyebabkan iritasi pada bagian lambung, kecuali cairan asam lambung yang berlebihan.
2. Konstipasi
Gangguan ini berarti lambatnya pergerakan feses melalui usus besar dan sering dihubungkan dengan jumlah feses yang kering dank eras pada kolon yang menumpuk karena lamanya waktu penyerapan cairan. Penyebab konstipasi adalah kebiasaan buang air yang tidak teratur dan kurangnya minum air putih juga makan makanan yang berserat.
3. Pankreasitis
Merupakan peradangan dan ini dapat terjadi baik dalam bentuk pankreasitis akut (berlangsung cepat dan parah) maupun pankreasitis kronis (berlangsung lama). Penyebab umum dari pankreasitis adalah alkohol dan terhambatnya tonjolan vateri ( akhir saluran pengeluaran pankreas ) oleh batu empedu.
4. Diare
Diare terjadi akibat pergerakan yang cepat dari materi tinja sepanjang usus besr. Pada diare, infeksi paling luas terjadi pada usus besar dan pada ileum. Dimanapun infeksi terjadi, mukosa akan teriritasi secara luas sehingga kecepatan sekresinya sangat tinggi. Diare ada yang disebabkan oleh bakteri kolera dan terkadang oleh bakteri lain seperti Bacillus, patogen usus besar. Toksin kolera menstimulus sekresi elektrolit dan cairan yang berlebihan dari ileum dan usus besar.
5. Flatus
Masuknya gas – gas dalam saluran pencernaan. Gas – gas tersebut berupa udara yang tertelan, gas yang dihasilkan bakteri atau gas dari difusi darah yang masuk ke saluran pencernaan. Gas nitrogen dan oksigen lebih banyak berada dalam lambung dan dapat dikeluarkan dengan bersendawa, sedngkan gas-gas lain, yaitu CO2, metana dan hydrogen lebih banyak berada dalam usus besar yang dihasilkan oleh bakteri.
Gangguan sistem pencernaan ini dapat terjadi karena :
1.       Melakukan diet dengan ekstrim, yaitu dengan mengonsumsi pil pelarut lemak serta mengurangi porsi dan jadwal makan.
2.      Minuman keras yang dapat memicu pengeluaran getah lambung.
3.      Bulimia, yaitu makan besar – besaran atau sebanyak – banyaknya tetapi dimuntahkan kembali dengan sengaja menggunakan obat pencahar.
4.      Memakan makanan kaleng yang dapat terkontaminasi bakteri Clostridium botulium .

69
Menganalisis kelainan dan gangguan pada sistem pernapasan manusia
Kelainan dan gangguan pada sistem pernapasan manusia:
Kelainan/Gangguan/Penyakit Saluran Pernapasan
a. Penyempitan saluran pernafasan akibat asma atau bronkitis. Bronkis disebabkan oleh bronkus yang dikelilingi lendir cairan peradangan sedangkan asma adalah penyempitan saluran pernapasan akibat otot polos pada saluran pernapasan mengalami kontraksi yang mengganggu jalan napas.
b. Sinusitis, adalah radang pada rongga hidung bagian atas.
c. Renitis, adalah gangguan radang pada hidung.
d. Pembengkakan kelenjar limfe pada sekitar tekak dan hidung yang mempersempit jalan nafas. Penderita umumnya lebih suka menggunakan mulut untuk bernapas.
e. Pleuritis, yaitu merupakan radang pada selaput pembungkus paru-paru atau disebut pleura.
f. Bronkitis, adalah radang pada bronkus.
2. Kelainan/Gangguan/Penyakit Dinding Alveolus
a. Pneumonia / Pnemonia, adalah suatu infeksi bakteri diplococcus pneumonia yang menyebabkan peradangan pada dinding alveolus.
b. Tuberkolosis / TBC, merupakan penyakit yang disebabkan oleh baksil yangmengakibatkan bintil-bintil pada dinding alveolus.
c. Masuknya air ke alveolus.
3. Kelainan/Gangguan/Penyakit Sistem Transportasi Udara
a. Kontaminasi gas CO / karbon monoksida atau CN / sianida.
b. Kadar haemoglobin / hemoglobin yang kurang pada darah sehingga menyebabkan tubuh kekurangan oksigen atau kurang darah alias anemia.
70
Mengabstraksi ciri hewan invertebrata
CIRI-CIRI INVERTEBRATA
1. PROTOZOA (Hewan bersel satu)
Ciri-ciri
a. Hidup bebas di air tawar dan air laut, tanah, tempat lembab, atau sebagai parasit pada hewan dan manusia.
b. Hidup soliter atau berkoloni. dapat bergerak (motil) dan menempel (Sessil).
c. Ada yg autotrof dan heterotrof
d. Merupakan bagian atau penyusun plankton diair tawar dan air laut
e. Dalam kondisi yg tidak menguntungkan dapat membentuk kista.

2. Porifera (Hewan berpori)
Ciri-ciri:
a. merupakan metazoa (hewan ber sel banyak)
b. habitat diair tawar dan air laut
c. bentuk tubuh seperti Vas Bunga
d. tubuh simetri radial
e. kerangka tubuh berupa duri kecil dari zat kersik atau kapur, disebut spikela.

3. Coelenterata (Hewan Berongga)
Ciri-ciri:
a. Bentuk tubuh seperti tabung
b. simetri radial
c. ditengah tubuh terdapat rongga besar (Rongga Gastro Vaskuler) untuk mencerna makanan.
d. habitat di air tawar dan air laut
e. ada yg bentuk polip dan Medusa.

4. Platyhelmintes (Cacing pipih)
Ciri-ciri:
a. tubuh pipih, bilateral simetris
b. tubuh terdiri dari 3 lapisan lembaga (Ektoderm, Mesoderm, dan Endoderm)
c. alat pencernaan belum sempurna, ada mulut tapi tidak ada anus.
d. tidak memiliki rongga tubuh
e. tidak memiliki rangka tubuh
f. tidak memiliki alat peredaran darah, alat pernafasang.
g. alat pengeluaran yaitu sel api (flame cell)
h. saraf tangga tali
i. bersifat hermafrodit.

71
Memilih alat ukur sesuai dengan besaran yang diukur
Alat Ukur
Besaran yang di ukur
Neraca Pegas
Massa
Meteran
Jarak
Stop Watch
Waktu
Ampermeter
Kuat arus
Termometer
Suhu
Jangka serong
Jarak ketebalan
Mikrometer sekrup
jarak (diameter)
Neraca Ohaus
Massa
Dynamometer
Gaya
72
Mengkategorikan penyebab perubahan sifat benda.
1.       Pemanasan
2.       Pembusukan
3.       Pendinginan
4.       Pelapukan
73
Menganalisis sifat-sifat cahaya
Cahaya merupakan sejenis energi berbentuk gelombangelekromagnetik yang bisa dilihat denganmatadan gelombang ini tentunyamembawa energi. Jadi sebenarnya cahaya itu sendiri merupakan salah satubentuk energi. Energi ini bergerak bersama gelombang itu sendiri. Adapunsifat-sifat cahaya adalah sebagai berikut:1.Dapat terlihat oleh mata2.Memiliki arah rambat yang tegak lurus dengan arah getar (trasversal)3.Merambat menurut garis lurus4.Memiliki energi5.Dipacarkan dalam bentuk radiasi6.Dapat mengalami pemantulan, pembiasan, interferensi, difraksi(lenturan) dan polarisai (terserap sebagian arah getanya).1.Pemantulana.Pengertian pemantulanPemantulan atau pencerminan
(refleksi)
merupakan prosesmemantulnya atau terpancarnya kembali cahaya dari suatupermukaan benda yang terkena cahaya. Artinya jika suatu bendaterkena cahaya, maka cahaya yang mengenai benda tadi dipantulkankembali oleh benda tadi dan hanya sebagian kecil yang diserap ataudibiaskan. Benda yang dapat memantulkan cahaya dengan baikadalah benda yang memiliki permukaan yang rata dan mengkilapmisalnya cermin.

1.       Merambat lurus,
2.       dapat di pantulkan,
3.       dapat menembus benda bening,
4.       dapat di biaskan
5.       dapat diuraikan
74
Menyelidiki konsep kelistrikan dan kemagnetan
Listrik : memiliki 2 kutub : positif dan negative, dapat merambat melalui benda konduktor
Kemagnetan: memiliki 2 kutub yaitu utara dan selatan, kutub senama tolak menolak, kutub tak senama tarik- menarik, memiliki medan magnet, dapat menarik benda dari logam
75
Menganalisis jenis-jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari
1.       Gaya otot: menyapu, menullis dll
2.       Gaya pegas: per, ketapel, panah
3.       Gaya gesek: rem kendaraan
4.       Gaya gravitasi: kelapa jatuh dari pohonya
5.       Gaya magnet : pada dynamo sepeda

76
Memprediksi peristiwa pemuaian dalam kehidupan sehari-hari

1.       Kaca jendela menjadi tebal pada siang hari
2.       Kawat listrik menjadi kendor pada siang hari
3.       Pintu sulit di tutup pada waktu panas
77
Menganalisis peran kalor dalam mengubah suhu benda.
1.       Mencair: padat menjadi cair
2.       Menguap: cair menjadi gas
3.       Memuai : benda padat menjadi bertambah panjang atau besar
78
Mengelompokkan planet-planet dalam tata surya.
1.       Planet dalam/ terrestrial/ menyerupai bumi/ memiliki bebatuan/logam, adan stmosfer: merkurius, venus, bumi
2.       Planet luar, ukuranya lebih besar : mars,yupiter, saturnus, Uranus, neptunus
79
Menganalisis proses terjadinya tata surya
Ada banyak hipotesis tentang asal usul tata surya telah dikemukakan para ahli, diantaranya adalah sebagai berikut ini :

1. Hipotesis Nebula
Menurut Hipotesis ini, planet berasal dari kabut pijar yang berputar membentuk gelang-gelang, berbentuk Gumpalan kemudian membeku menjadi Planet. Teori ini disampaikan oleh Immanuel Kant dan Piere Simon de Laplace.




Keterangan :
a) Nebula berasal dari gas dan debu, sebagian besar menjadi Matahari.
b) Terbentuk Matahari dan planet lain yang masih Berpijar.
c) Matahari terbentuk planet-planet bertebaran tak terarah.
d) Matahari berputar pada porosnya, planet-planet terbentuk atmosfernya.
e) Planet terbentuk atmosfer, dibumi telah muncul kehidupan karena sudah ada lapisan atmosfer.

2. Hipotesis Planetisimal
Menurut Thomas C. Chamberlain dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Matahari dan bintang lainnya pada suatu saat melintas sangat dekat satu sama lain. Akibatnya, terjadilah semacam pasang dan gas yang besar disedot dari matahari oleh tarikan gravitasi bintang lain tersebut.

Karena adanya pasang surut ini maka gas-gas tersebut berputar mengelilingi matahari lalu mulai mengalami penurunan suhu dan memadat membentuk partikel-partikel keras dalam ukuran yang berbeda yang disebut planetasimal (planet kecil). Partikel-partikel yang lebih besar yang disebut Knot, bertindak sebagai inti untuk pembentukan planet-planet itu.

Inti tersebut menarik dan bergabung dengan planet-planetesiamal lainnya yang lebih kecil dan akhirnya menjadi massa yang lebih besar sehingga membentuk planet-planet yang lebih kecil itu menjadi planetoida, meteor bahkan satelit-satelit dari planet-planet.

3. Hipotesis Pasang Surut Bintang
Menurut Hipotesis ini, adanya gaya tarik menarik antara matahari dengan bintang besar, sehingga pada matahari terbentuk tonjolan seperti serutu. Serutu itu lepas dan terputus-putus yang membentuk tetesan-tetesan yang memadat sehingga terbentuk planet. Teori ini dikemukakan oleh James Jeans. Namun, gas darimanakah yang terlepas sehingga terbentuk planet????


4. Hipotesis Kondensasi
Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.

5. Hipotesis Bintang Kembar
Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya tata surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil.

6. Hipotesis Big Bang
Terbentuknya alam semesta dan tata surya diawali dari dentuman yang dahsyat meledak, menyebarlah serpihan debu dan awan hidrogen, hasil ledakan berupa debu dan awan hidrogen membentuk bintang-bintang. Matahari merupakan salah satunya.

Akibat adanya gaya gravitasi antarmolekul menyebabkan terjadinya gerakan memutar, bagian pusat menjadi Matahari, sedangkan gumpalan lainnya menjadi planet-planet.

Ketika daya pancar sinar matahari semakin besar, selubung gas yang letaknya lebih dekat dengan matahari tersapu sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan padat. Planet yang atmosfernya tersapu bersih adalah merkurius dan venus, sedangkan bumi merupakan planet ketiga yang berjarak ideal.

Matahari merupakan awan dan gas yang berputar amat cepat, sangat panas dan memancarkan cahaya. Sisa2 dari debu terpental dan bergerak mengelilingi matahari lama kelamaan suhunya menjadi dingin dan menjadi planet2 dan membentuk tata surya
80
Mengidentifikasi lapisan-lapisan bumi.
Menurut komposisi (jenis dan meterial pembentuknya), lapisan-lapisan bumi terdiri dari :
  1. Kerak Bumi. Lapisan ini adalah lapisan terluar bumi atau disebut kulit bumi dan terbagi menjadi dua bagian, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Ketebalan kerak samudra sekitar 5-10 km, sedangkan kerak benua memiliki ketebalan 20-70 km. Kerak samudra mayoritas tersusun dari batuan basalt, sedangkan kerak benua penyusun utamanya adalah batu granit dan tidak sepadat batu basalt. Pada batas bawahnya, suhu kerak bumi mencapai 200-400 ºC. Pada lapisan inilah sumber dari gempa bumi tektonik, karena lempeng tektonik bumi terdapat pada lapisan ini. Unsur-unsur kimia pembentuk kerak bumi antara lain: Oksigen, Silikon, Alumanium, Besi, Kalsium, Natrium, Kalium, dan Magnesium. Usia kerak benua diperkirakan lebih tua dari pada kerak samudra. Usia tertua dari Kerak samudra adalah 200 Juta tahun, sedang usia tertua pada kerak benua adalah 3,7 hingga 4,28 milliyar tahun.
  2. Mantel Bumi. Mantel Bumi terletak antara Kerak Bumi dan Inti Bumi luar. Mantel bumi merupakan bagian bumi yang tersusun dari batuan yang mengandung magnesium dan silikon.
  3. Inti Bumi Luar. Bagian ini merupakan bagian yang melapisi inti bumi bagian dalam. Inti bumi bagian luar ini memiliki ketebalan 1.200 km dan kedalamannya antara 2.900-4.980 km. Inti bumi luar ini terdiri dari besi dan nikel cair dengan suhu 3.900 ºC.
  4. Inti Bumi Dalam. Bagian ini biasanya disebut hanya sebagai Inti Bumi. Inti Bumi memiliki ketebalan sekitar 1.200 km dan berdiameter sekitar 2.600 km. Penyusunnya adalah besi dan nikel cair dengan suhu 4.800 ºC.
Berdasarkan susunan kimianya, bumi dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu bagian padat yang terdiri dari tanah dan batuan, bagian cair seperti pada laut, bagian udara seperti atmosfer, dan bagian panas yang terdapat pada inti bumi.

IPS
81,82
Membandingkan fakta, konsep, generalisasi dalam pembelajaran IPS
FAKTA                 : Fakta adalah kejadian, obyek atau gejala-gejala yang sudah atau dapat dibenarkan oleh indera. Fakta yang diperoleh berdasarkan observasi tidak mempunyai arti sendiri, ia sekedar alat.
KONSEP              : Konsep adalah suatu abstraksi (hanya dalam ingatan dan pikiran) dari fakta dan persepsi. Merupakan gambaran dikepala (inpresi, visualisasi, representasi gejala-gejala) konsep memberikan arti keteraturan dan pengalaman
GENERALISASI   : Generalisasi adalah merupakan paduan dari dua atau lebih dari konsep-konsep: dapat sederhana (kian besar keluarga, kian besar biaya), dan dapat kompleks (setiap masyarakat memiliki kebuadayaan masing-masing). Kumpulan dari generalisasi atau biasanya berupa prinsip, dalil, hukum, pernyataan dapat membentuk teori.
83,84
Menganalisis sejarah kenampakan alam , serta hubungannya dengan keragaman sosial budaya
SEJARAH KENAMPAKAN ALAM: pada awalnya bumi merupakan gumpalan gas  yang sangat panas, kemudian suhunya turun dan mengakibatkan permukaan bumi padat menjadi batu dan berkerut-kerut / tidak rata, bagian yang tinggi disebut pegunungan puncaknya disebut gunung, bagian yang rendah disebut dataran rendah dan lembah atau jurang selanjutnya terisi air menjadi sungai dan lautan.
Di daerah dataran tinggi suhunya dingin sehingga banyak orang menggunakan pakaian tebal dan mata pencaharianya bertani sayuran. Di dataran randah suhunya panas sehingga banyak orang memakai pakaian tipis, mata pencaharianya bertani tanaman palawija
85,86
Merumuskan pemanfaatan dan memeliharaan SDA untuk menciptakan kehidupan yang sejahtera dan harmonis
1.       Tebang pilih
2.       Tidak mengguanakan bahan peledak untuk menangkap ikan.
3.       Menanam hutan bakau di tepi pantai.
4.       Reboisasi
87,88
Mengaitkan penyebab terjadinya gejala-gejala alam, dan bentuk-bentuk bencana alam serta usaha-usaha untuk
PENYEBAB TERJADINYA GEJALA ALAM: 1. Dari manusia : eksplorasi sumber daya alam: penebangan hutan, perburuan liar. 2. Factor alam: gesekan ranting, kemarau panjang, pergeseran lempeng bumi
BENTUK-BENTUK BENCANA ALAM: gunung meletus, banjir, kebakaran, tanah longsor, gempa bumi
89
Memerinci ciri-ciri kehidupan yang sejahtera dan harmonis
CIRI-CIRI KEHIDUPAN YANG SEJAHTERA DAN HARMONIS:  hiduo rukun tiada pertengkaran, kebutuhan hidup dapat dipenuhi, hidup sehat, keamanan terjamin
90,91
Menganalisis peran bangsa Indonesia pada era global

PERAN BANGSA INDONESIA PADA ERA GLOBAL: 1. Ikut menanda tangani perdagangan bebas
Peran Indonesia pada Era Globalisasi
Negara Indonesia juga memiliki peran pada era globalisasi sekarang ini. Hal ini terlihat dari ikut sertanya negara Indonesia
dalam melakukan kerja sama internasional dengan negara-negara lain.
 Kerja Sama Antarnegara di Bidang Ekonomi
a. ASEAN (Association of South East Asian Nations)
b. Menjadi anggota PBB

92
Menentukan peran Indonesia dalam kerjasama ekonomi internasional

PERAN INDONESIA DALAM KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL:  1. Ikut menanda tangani  perdagangan bebas.
Menjadi anggota AFTA. Melakukan ekspor dan impor
93
Menganalisis berbagai aktivitas ekonomi dalam masyarakat
AKTIVITAS EKONOMI DALAM MASYARAKAT: produksi, konsumsi, distribusi
94
Menentukan peran uang dalam perekonomian
PERAN UANG DALAM PEREKONOMIAN:
Peran Uang dalam Perekonomian
Semua aspek kehidupan manusia dalam peradaban modern saat ini tidak terlepas dan ditopang sepenuhnya oleh uang. Tidak ada satupun peradaban di dunia ini yang tidak mengenal dan menggunakan uang. Kalaupun ada, maka perekonomian dalam peradaban tersebut pasti stagnan dan tidak berkembang.
Peran uang dalam perekonomian dapat diibaratkan darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Tanpa darah, manusia seakan-akan hendak mati. Kekurangan uang bagaikan kekurangan darah yang mengakibatkan gairah hidup menurun dan lemah, yang pada akhirnya manusia menjadi sakit-sakitan.
Abraham H. Maslow dalam teori Motivasinya mengatakan bahwa kebutuhan manusia yang paling mendasar adalah kebutuhan fisik. Kebutuhan fisik manusia tidak lain adalah berupa barang dan jasa. Untuk memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa tersebut, cara yang paling mudah adalah dengan memiliki sesuatu yang disebut UANG. Karena uang adalah sesuatu benda yang diterima dan digunakan secara umum sebagai alat untuk memudahkan proses transaksi dalam memenuhi kebutuhan manusia berupa barang dan jasa. Sehingga secara tidak langsung juga dapat dikatakan bahwa kebutuhan yang paling “mendasar” dalam perekonomian dan kehidupan sosialnya adalah uang.
Uang yang semula dimaksudkan berfungsi sebagai alat tukar dan standar satuan nilai ternyata juga berdampak terhadap fokus budaya manusia ketika uang diaplikasikan sebagai properti yang menentukan martabat seseorang di tengah masyarakat. Dalam sejarahnya, peranan dan fungsi uang telah berkembang secara pesat, tanpa mengenal batas, ras, bangsa dan negara sehingga uang telah ikut memberikan andil yang penting dalam proses perkembangan peradaban manusia secara global. Aphra Behn, seorang dramawan abad ke-17 menulis dalam bukunya The Rover (1677) “Uang berbicara dalam bahasa yang dimengerti semua bangsa”.
Uang memang benda mati. Namun ternyata ia bisa mengendalikan hidup manusia. Ini bisa terjadi jika manusia lupa akan fungsi dan peran uang yang sesungguhnya. Dengan uang – yang notabene adalah benda mati – napas hidup perekonomian suatu negara dapat terlihat. Dengan uang manusia bisa membeli rasa “aman:, bersosialisasi, dihargai dan dihormati. Dengan uang manusia dapat mengaktualisasikan dirinya.
sebagai alat pembayaran yang syah, sebagai devisa, pengukur inkam.
95
Menyesuaikan materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran IPS
Pembelajaran IPS bertujuan membentuk warga negara yang berkemampuan sosial dan yakin akan kehidupannya sendiri di tengah-tengah kekuatan fisik dan sosial, yang pada gilirannya akan menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab. Sedangkan ilmu sosial bertujuan menciptakan tenaga ahli pada bidang ilmu sosial.
Tujuan IPS
Sama halnya tujuan dalam bidang-bidang yang lain, tujuan pembelajaran IPS bertumpu pada tujuan yang lebih tinggi. Secara hirarki, tujuan pendidikan nasional pada tataran operasional dijabarkan dalam tujuan institusional tiap jenis dan jenjang pendidikan. Selanjutnya pencapaian tujuan institusional ini secara praktis dijabarkan dalam tujuan kurikuler atau tujuan mata pelajaran
pada setiap bidang studi dalam kurikulum, termasuk bidang studi IPS.
Akhirnya tujuan kurikuler secara praktis operasional dijabarkan dalam tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran.
Sub bahasan ini dibatasi pada uraian tujuan kurikuler bidang studi IPS.Tujuan kurikuler IPS yang harus dicapai sekurang-kurangnya meliputi hal-hal berikut:
• membekali peserta didik dengan pengetahuan sosial yang berguna dalam kehidupan masyarakat;
• membekali peserta didik dengan kemapuan mengidentifikasi, menganalisa dan menyusun alternatif pemecahan masalah sosial yang terjadi dalam kehidupan di masyarakat;
• membekali peserta didik dengan kemampuan berkomunikasi dengan
sesama warga masyarakat dan dengan berbagai bidang keilmuan serta
berbagai keahlian;
• membekali peserta didik dengan kesadaran, sikap mental yang positif, dan keterampilan terhadap lingkungan hidup yang menjadi bagian
kehidupannya yang tidak terpisahkan; dan
• membekali peserta didik dengan kemampuan mengembangkan
pengetahuan dan keilmuan IPS sesuai dengan perkembagan kehidupan,
perkembangan masyarakat, dan perkembangan ilmu dan teknologi.
Kelima tujuan di atas harus dicapai dalam pelaksanaan kurikulum IPS di
berbagai lembaga pendidikan dengan keluasan, kedalaman dan bobot yang sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan yang dilaksanakan.
96,97
Merencanakan media pembelajaran sesuai  karakteristik peserta didik untuk mencapai
 tujuan pembelajaran IPS
Macam-macam Media dalam Pengajaran IPS
Menurut Oemar Hamalik(1985:63) ada 4 klarifikasi medi pengjaran antara lain:
1. Alat-alat visual yang dapat dilihat seperti filmstip, tranparasi, projection, gambar, ilustrasi, chart, poster, peta dan globe
2. Alat-alat yang bersifat auditif atau hanya dapat didengar yaitu transkripsi electris, radio, rekaman, pada tape recorder
3. Alat-alat yang dapat dilihat antara lain film, televise, benda-benda tiga dimensi yang biasanay dipertunjukan
4. Dramatisasi antara lain bermain peran,sosiodrama, sandiwara boneka
Sedangkan manurut kategorinya media dibagi menjadi 3 yaitu:
1. Berdasarkan atas penggunananya
a. Media yang tidak diproyeksikan terdiri dari papan tulis, gambar, peta globe, foto, model, sketsa, diagram, grafuk
b. Media yang dpoyeksikan terdiri dari slide, filmstrip, overhead, proyector(OHP, Micro projection)
2. Berdasarkan atas gerakannya
a. Media yang tidak bergerak(still) terdiri dari filmstrip, OHP, micro projection
b. Media yang bergerak(motion) antara lain film loop, TV, Vidio, Tape,
3. Berdasarkan fungsinya
a. Visual media, media untuk dilihat seperti gambar,foto bagan, sketsa,grafik,film,slide
b. Audio media media yang didengarkan serperti radio, piringan hitam, tape recorder
c. Gabungan Visual media dan Audio media seperti film bicara
d. Print media seperti barang-barang cetak biru, buku, surat kabar, majalah buletin
e. Display media seperti papan tulis, papan bulletin, papan flannel
f. Pengalam sebenarnya dan tiruan sepertu praktikum, permainan, karyawisata, dramatisasi, simulasi

4. Jenis-jenis Media dalam Pengajaran IPS
1. Media yang tidak diproyeksikan
a. Gambar diam(still picture) adalah ganbar fotografik atau menyurapai foto grafik yang menggambarkan lokasi tempat, benda, dan objak tertentu
b. Gambar grafik(graihic-materials)adalah bahan-bahan non fotografik dan bersifat dua dimensi yang dirancang terutama untuk mengkomunikasikan suatu pesan kepada siswa
c. Model dan realita adalah media yang menyerupai benda yang sebenrnya dan bersifat tiga dimensi
2. Media visual yang diproyeksikan
Terdiri dari dua macam antara lain:
a. Media proyeksi yang tidak bergerak
1. Slide adalah gambar transparent yang diberi bingkai yang di proyeksikan dengan cahaya melalui proyektor
2. Film strip(film rangkai) adalah sama seperti slide akan tetapi slide menyjikan gambar terpisah sedangkan film strp gambar-gambar tersebut tidak terpisah tertapi sudah tersusun secara terarah
3. Overhead projector(OHPP adalah alat yang dirancang untuk menanyalan bahan yang berbentuk lembaran tranparasi berisi tulisan, diagram, atau gambar dan diproyeksikan kelayar yang terletak dibelakang operatornya
4. Opaque projector adalah benda yang diproyeksikan dalah benda yang sebenarnya
5. Micro projector berguna untuk memproyeksikan benda-benda yang terlalu kecil
b. Media proyeksi yang bergerak
1. Film dapat digunakan untuk menerangkan suatu proses gerakan, perubahan, ataupun pengulangan berbagai peristiwa masa lampau
2. Film loop(loop film) serangkain film ukuran 8 mm atau 16 mm yang saling berhubungan
3. Televise mempunyai beberapa kelebihan antara lain menarik, up to date, dan selalu siap diterima oleh anak-anak
4. Video tape recorder(VTR) vudio tape tidak dapat menggantikan film karena masing-masing mempunyai karakter sendiri
3. Media audio adalah berbagai bentuk atau cara perekaman dan tranmisi suara untuk tujuan pembelajaran
a. Radio dapat berguna yaitu dapat menyampaikan ide-ide baru, kejadian-kajadian, dan peristiwa penting dalam duni pendidikan. Kelebihannya antara lain daya jangkau cukup luas, dala waktu singkat radio dapat menjangkau audience yang sangat besar
b. Rekaman, contohnya pidato, ceramah, hasil wawancara,diskusi dan srbainya. Kelebihannya antara lain play-back dapat dilakukan sewaktu-waktu dan berulang-ulang
4. Sistem multi media adalah kombinasi dari berbagai media dasar audio visual dan visual yang digunakan untuk tujuan pembelajaran
98
Memilih prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar IPS
Valid/sahih,objektif, transparan, terpadu, adil, bermakna, menyeluruh dan berkesinambungan,  sistematis, akuntabel
99,100
Memilih prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar IPS
Prosedur penilaian : pretes, proses, kinerja, postes

2 komentar:

  1. makasih pak rangkuman materinya, sy copas tulisan ini untuk bahan pelajaran menambah rangkuman materi yang sy buat di http://muhammadidris-pendidikan.blogspot.com/2013/04/rangkuman-materi-uka-mapel-bahasa.html.

    BalasHapus
  2. trima kasih.... sangat membantu

    BalasHapus