Jumat, 11 Januari 2013

IMPLIKASI TEORI – TEORI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN


IMPLIKASI TEORI – TEORI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN

         Proses pembelajaran yang berpegang teguh pada prinsip dan pemahaman teori behaviorisme menekankan pentingnya ketrampilan dan pengetahuan akademik maupun perilaku sosial sebagai hasil belajar. Pendekatan ini lebih menekankan pada penguasaan secara tuntas (mastery) terhadap apa – apa yang dipelajari.
         Pandangan kalangan humanisme tentang proses belajar mengimplikasikan perlunya penataan peran guru/tenaga kependidikan dan prioritas pendidikan. Menurut pandangan ini guru / tenaga kependidikan berperan sebagai fasilitator daripada sebagai pengajar belaka.
         Guru/tenaga kependidikan sebaiknya bukan lagi sebagai pusat proses pembelajaran, tetapi yang terpenting adalah memfasilitasi tumbuhnya motivasi belajar secara intrinsik pada diri peserta didik. Kebutuhan peserta didik harus menjadi bahan pertimbangan materi pembelajaran yang akan disampaikan.
         Dari aliran psikologi kognitif, teori Piaget tampak lebih bnyak digunakan dalam praktik pendidikan atau proses pembelajaran meskipun teori ini bukanlah teori mengajar. Menrut teori kognitif adalah benar bahwa belajar tidak harus berpusat pada guru/tenaga kependidikan, tetapi anak harus lebih aktif. Oleh karenanya, peserta didik harus dibimbing agar aktif menemukan sesuatu yang dipelajarinya. Konsekuensinya materi yang dipelajari harus menarik minat belajar peserta didik dan menantang sehingga mereka asyik dan terlibat dalam proses pembelajaran.
         Sedikitnya ada empat aplikasi dari teori belajar Ausubel yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Pertama, advance organizer yang banyak diterjemahkan sebagai pengatur awal (Dahar, 1996), dan entry behavior pengetahuan siap (Abin Syamsuddin, 1999). Kedua, diferensiasi progresif yang menentukan proses pembelajaran yang berlangsung dari umum ke khusus. Ketiga, superordinat yang merupakan pengenalan terhadap konsep – konsep yang telah dipelajari sebelumnya sebagai unsur – unsur dari suatu konsep yang lebih luas. Keempat, penyesuaian interaktif yang merupakan upaya untuk mengatasi dan mengurangi terjadinya pertentangan kognitif dalam proses pembelajaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar