IMPLIKASI TEORI – TEORI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN
Proses pembelajaran yang
berpegang teguh pada prinsip dan pemahaman teori behaviorisme menekankan
pentingnya ketrampilan dan pengetahuan akademik maupun perilaku sosial sebagai
hasil belajar. Pendekatan ini lebih menekankan pada penguasaan secara tuntas
(mastery) terhadap apa – apa yang dipelajari.
Pandangan kalangan humanisme
tentang proses belajar mengimplikasikan perlunya penataan peran guru/tenaga
kependidikan dan prioritas pendidikan. Menurut pandangan ini guru / tenaga
kependidikan berperan sebagai fasilitator daripada sebagai pengajar belaka.
Guru/tenaga kependidikan
sebaiknya bukan lagi sebagai pusat proses pembelajaran, tetapi yang terpenting
adalah memfasilitasi tumbuhnya motivasi belajar secara intrinsik pada diri
peserta didik. Kebutuhan peserta didik harus menjadi bahan pertimbangan materi
pembelajaran yang akan disampaikan.
Dari aliran psikologi
kognitif, teori Piaget tampak lebih bnyak digunakan dalam praktik pendidikan
atau proses pembelajaran meskipun teori ini bukanlah teori mengajar. Menrut
teori kognitif adalah benar bahwa belajar tidak harus berpusat pada guru/tenaga
kependidikan, tetapi anak harus lebih aktif. Oleh karenanya, peserta didik
harus dibimbing agar aktif menemukan sesuatu yang dipelajarinya. Konsekuensinya
materi yang dipelajari harus menarik minat belajar peserta didik dan menantang
sehingga mereka asyik dan terlibat dalam proses pembelajaran.
Sedikitnya ada empat
aplikasi dari teori belajar Ausubel yang dapat diterapkan dalam proses
pembelajaran. Pertama, advance organizer yang banyak diterjemahkan sebagai
pengatur awal (Dahar, 1996), dan entry behavior pengetahuan siap (Abin
Syamsuddin, 1999). Kedua, diferensiasi progresif yang menentukan proses
pembelajaran yang berlangsung dari umum ke khusus. Ketiga, superordinat yang
merupakan pengenalan terhadap konsep – konsep yang telah dipelajari sebelumnya
sebagai unsur – unsur dari suatu konsep yang lebih luas. Keempat, penyesuaian
interaktif yang merupakan upaya untuk mengatasi dan mengurangi terjadinya
pertentangan kognitif dalam proses pembelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar